HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah mendorong Jakarta untuk memasuki babak baru pembangunan yang lebih modern dengan menjadikan sains, teknologi, dan inovasi sebagai fondasi utama.
Langkah ini dinilai penting agar ibu kota dapat berkembang menjadi kota global yang lebih nyaman, aman, dan berdaya saing tinggi.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat pembangunan Jakarta melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan riset.
“Saatnya kita membangun Jakarta dengan sains dan teknologi. Itulah mengapa kami hadir di sini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), untuk melibatkan bukan hanya kementerian, tetapi seluruh pelaku sains dan teknologi, mulai dari dosen, peneliti, mahasiswa, industri, pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga masyarakat,” kata Stella dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Menurut Stella, transformasi Jakarta tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan tinggi, peneliti, industri, hingga masyarakat agar berbagai kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab tantangan perkotaan secara nyata.
“Pada akhirnya seluruh upaya ini dikembalikan kepada masyarakat untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang bertumbuh melalui sains dan teknologi demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan warganya,” ucap Stella.
Salah satu langkah yang didorong adalah penguatan Jakarta Urban Knowledge Hub, sebuah wadah yang menghubungkan hasil penelitian perguruan tinggi dan lembaga riset dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Melalui platform tersebut, berbagai rekomendasi berbasis data dapat diterapkan secara lebih efektif dalam perencanaan kota.
Stella juga melihat peluang besar bagi Jakarta untuk berkembang menjadi international talent hub atau pusat talenta global. Menurutnya, dinamika geopolitik dunia saat ini membuka kesempatan bagi Indonesia untuk menarik mahasiswa, peneliti, dan akademisi internasional.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta Urban Knowledge Hub akan menjadi instrumen penting dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang modern dan kompetitif.
Menurut Pramono, pemanfaatan data, riset, dan teknologi akan membantu meningkatkan kualitas kebijakan di berbagai sektor strategis, mulai dari transportasi, lingkungan, energi, hingga pengembangan kawasan berorientasi transit. Pendekatan berbasis bukti juga akan diterapkan dalam pengelolaan sampah agar lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan dunia industri, Jakarta diharapkan mampu menjadi kota masa depan yang tumbuh melalui inovasi dan ilmu pengetahuan.


