JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang sebelumnya tinggal di kawasan bantaran rel kereta api Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, telah selesai dikerjakan.
Hunian yang berlokasi di kawasan Kramat, Jakarta Pusat, tersebut dibangun sebagai tindak lanjut setelah Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi permukiman warga di sekitar rel kereta beberapa waktu lalu.
Maruarar, yang akrab disapa Ara, menyebut sebanyak 334 unit huntara kini telah siap digunakan dan dijadwalkan diresmikan pada 15 Juni 2026. Presiden Prabowo juga direncanakan hadir dalam agenda peresmian tersebut apabila tidak ada perubahan jadwal.
“Kita akan janji 15 Juni (2026). Saya periksa hari ini, besok saya akan laporkan kepada Presiden bahwa (hunian) sudah siap,” kata Menteri Ara, Selasa, 9 Juni 2026.
Ara menjelaskan, setelah memastikan kesiapan proyek tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Sekretariat Kabinet dan Kementerian Sekretariat Negara terkait undangan peresmian yang akan disampaikan kepada Presiden.
“Saya nanti tentunya koordinasi dengan Pak Seskab. Selama ini yang mencermati dan mengkoordinasi Pak Seskab dan Pak Mensesneg semua kegiatan seperti kami,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung sejumlah agenda perumahan yang sebelumnya pernah dihadiri Presiden Prabowo. Menurutnya, dua kunjungan terdahulu berkaitan dengan program rumah subsidi, sementara agenda berikutnya direncanakan berlangsung di Batang dengan target pembangunan puluhan ribu unit rumah subsidi.
“Dua kali Presiden datang acara kementerian perumahan, dua-duanya adalah acara rumah subsidi. Yang pertama Rp26.000, yang kedua 50.000. Tadi saya ngundang untuk yang ketiga di Batang bulan depan, itu untuk 62.000 rumah subsidi,” sambung Ara.
Meski secara fisik pembangunan huntara telah rampung, Ara menekankan pentingnya proses penempatan penghuni dilakukan secara tepat sasaran. Ia meminta agar penerima manfaat benar-benar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.
“Nah yang saya mau sampaikan kepada Pak Doni, bagaimana soal huniannya, karena harus sesuai kriteria. Jadi benar-benar sesuai kriteria kan Pak. Ada data BPS, ada lokasi yang memang kemarin menjadi fokus Presiden. Jadi jangan sampai tidak tepat sasaran,” pintanya.
Ara memastikan proyek hunian tersebut tidak hanya mengutamakan kecepatan pembangunan, tetapi juga memperhatikan aspek kenyamanan dan kelayakan bagi masyarakat yang akan menempatinya.
Setiap unit huntara telah dilengkapi berbagai fasilitas dasar seperti dua tempat tidur, lemari penyimpanan, dan kipas angin. Selain itu, kawasan hunian juga didukung fasilitas penunjang berupa taman bermain anak, tempat ibadah, toilet umum, hingga area dapur yang siap digunakan oleh para penghuni.
Dengan rampungnya pembangunan huntara tersebut, pemerintah berharap warga yang sebelumnya tinggal di kawasan bantaran rel dapat memperoleh tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak huni.


