HOLOPIS.COM, JAKARTA – Empat tersangka dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim dijebloskan ke jeruji besi. Keempatnya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) cabang KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
Keempat tersangka yang ditahan yaini Bupati Muara Enim periode 2025-2030, Edison; Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudavaan tahun 2026, Abi Nurwardani; swasta yang juga keponakan Edison, Adi Triadi; dan marketing PT. Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.
Edison, Abi Nurwardani dan Adi Triadi terpantau keluar dari loby gedung Merah Putih KPK, Selasa (9/6/2026) sore. Mengenakan rompi tahanan KPK dengan tangan diborgol, para tahanan kompak bungkam saat dikonfirmasi sejumlah pertanyaan awak media.
Sebelum Edison, Abi dan Adi, Cory Erin sudah lebih dulu dibawa ke Rutan KPK pada Selasa siang. Cory Erin juga bungkam saat delandang petugas KPK menuju mobil tahanan.

KPK mengungkap sejumlah rekening menggunakan nama. Mulai dari office boy hingga sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Muara Enim. Rekening itu diduga sebagai tempat menampung uang hasil dugaan rasuah dari pihak swasta terkait proyek pengadaan.
“Ada yang atas nama OB, kemudian beberapa pegawai di lingkup Pemkab, ada juga menggunakan rekening-rekening,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, seperti dikutip Holopis.com.
Selain itu, para tersangka penerima juga diduga menggunakan modus buka tutup rekening untuk menyamarkan aliran uang. Mereka disebut membuka rekening baru setelah saldo dalam rekening habis didistribusikan.
“Ya, mengapa rekening-rekening ini juga turut diamankan? Karena memang para pihak ini menyiapkan rekening penampungan untuk menampung terkait dengan dugaan penerimaan dari para pihak swasta, berkaitan dengan pengadaan-pengadaan di lingkup Pemerintah Kabupaten Muara Enim, ini salah satunya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ucap Budi.


