Matang Respons Mahasiswa, Mensesneg Pastikan Pemerintah Sedang Bekerja Sangat Keras

7 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi merespons ultimatum yang dilontarkan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) terkait kondisi ekonomi nasional, khususnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah menerima aspirasi yang disampaikan mahasiswa sebagai masukan untuk perbaikan kinerja pemerintah di bidang ekonomi.

“Tentunya kami menerima aspirasi tersebut sebagai sebuah masukan tentunya kepada pemerintah,” kata Prasetyo Hadi dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Sebelumnya, BEM SI memberikan ultimatum kepada pemerintah untuk segera memperbaiki kondisi ekonomi nasional dalam waktu 18 hari. Apabila tuntutan tersebut tidak terpenuhi, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran.

Menanggapi hal tersebut, Prasetyo mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang bekerja keras untuk mengatasi berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi Indonesia.

“Beberapa hari ini kan saudara saksikan kita betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita. Dan itu memang tentu tidak mudah, tentu dipengaruhi oleh banyak faktor,” ujarnya.

- Advertisement -

Menurut Prasetyo, pemerintah optimistis berbagai kebijakan yang saat ini dijalankan akan mampu mengatasi tantangan ekonomi yang ada, termasuk melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang semakin intensif.

“Tapi sekali lagi, kita yakin bahwa langkah-langkah yang kita ambil, dengan koordinasi yang erat dan koordinasi yang intensif, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian juga kepada para pelaku usaha, kami yakin, kita akan dapat mengatasi permasalahan ini,” tuturnya.

Meski demikian, Prasetyo mengingatkan bahwa tidak semua persoalan ekonomi dapat diselesaikan dalam waktu singkat atau berdasarkan tenggat waktu tertentu yang ditetapkan oleh pihak lain.

“Mohon maaf ya, tidak semua atau tidak segala sesuatu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Tidak semua bisa seperti itu,” tegasnya.

Kendati demikian, Prasetyo mengaku memahami semangat yang ingin disampaikan mahasiswa melalui ultimatum tersebut. Ia menilai dorongan dari kalangan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Tapi yakinlah bahwa yang dimaksud juga oleh adik-adik itu semangatnya untuk kita semua bagaimana kita harus bekerja keras terutama di sektor ekonomi,” pungkasnya.

Pemerintah saat ini terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global dan domestik, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Indonesia.

Ultimatum BEM SI

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa per saat ini, kurs rupiah (IDR) masih mengalami trend pelemahan atas dollar amerika serikat (USD). Tercatat per hari ini, Senin 8 Juni 2026, 1 USD setara Rp18.178,75. Oleh sebab itu, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) sempat menggelar aksi bertajuk “Rupiah sekarat, rakyat melarat” di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Jumat 5 Juni 2026.

Mereka memberikan ultimatum selama 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi nasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Hal ini seperti disampaikan oleh Ketua BEM UNS, Kailani Rizqi Pratama. Ia mengatakan bahwa tenggat waktu tersebut diberikan sebagai bentuk tuntutan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki kondisi ekonomi.

“Kalau kita melihat hari ini, untuk rupiah yang melemah sebanyak Rp18.000, kami hari ini berikan tenggat waktu selama 18 hari untuk memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia,” kata Kailani dalam aksi yang digelar mahasiswa.

Menurut dia, angka 18 hari dipilih sebagai simbol yang dikaitkan dengan nilai tukar rupiah yang tengah mengalami tekanan.

“Oleh karena itu, jika dalam waktu 18 hari tidak ada upaya perbaikan, maka jangan salahkan kami selaku mahasiswa untuk nanti melakukan penyegelan-penyegelan yang akan kami lakukan dalam tenggat waktu 18 hari di Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU