VIRAL : Netizen Tetap Nonton Konser F4 Meski Baru Kena Campak, Langsung Dikecam Dokter

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sebuah unggahan netizen usai menghadiri konser reuni F4 viral di media sosial dan memicu kritik dari sejumlah tenaga medis. Dalam unggahan Threads yang sempat ramai dibagikan ulang, seorang netizen mengaku tetap datang menonton konser F4 meski baru terkena campak beberapa hari sebelumnya. Ia bahkan memperlihatkan kondisi ruam merah di tubuhnya sambil menceritakan bahwa dirinya sempat takut tidak bisa menghadiri konser tersebut.

“Masih ga nyangka kmrn bisa punya kesempatan nonton F4🥲 karna… h-3 aku kena campak dong dgn kondisi kulit se badan kyk gini+menular bgt,” tulis akun tersebut, dikutip Holopis.com, Rabu (3/6).

Netizen itu juga mengaku bersyukur akhirnya tetap bisa menyaksikan konser secara langsung meski sempat pasrah dengan kondisinya.

“Gw dikasih sembuh dan bs nonton Ase sedeket ini 🥺 makasi Tuhan Yesus baik bgt!!” lanjutnya.

Unggahan tersebut kemudian menuai perhatian dokter sekaligus pegiat kesehatan, Adam Prabata. Lewat akun Threads miliknya, Adam mengaku geram melihat tindakan tersebut karena campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi.

“SUMPAH MARAH BANGET!!” tulis Adam Prabata.

- Advertisement -

Ia menjelaskan bahwa satu penderita campak dapat menularkan virus kepada banyak orang di sekitarnya, terutama di lokasi padat seperti konser.

“Campak itu salah satu penyakit yang penularannya cepet banget, dengan 1 orang itu bisa menularkan ke 12-18 orang disekitarnya,” lanjutnya.

Orang Sakit Campak
Viral netizen nonton konser F4 setelah sakit campak. [Foto: Thread]

Adam juga mengingatkan bahwa masa penularan campak berlangsung cukup lama, bahkan sebelum ruam merah muncul di tubuh penderita.

“Masa penularannya juga lama, sejak 4 hari sebelum ruam merah muncul hingga 4 hari setelahnya,” tulisnya.

Karena netizen tersebut mengaku mulai mengalami ruam H-3 sebelum konser, Adam menilai kondisi itu justru berada dalam fase penularan tertinggi.

“Yang artinya kalau memang timeline sakitnya H-3 konser seperti di postingan, orang ini nonton konser dalam kondisi masih menularkan campak. Kebayang gak tuh seberapa banyak yang bisa tularin,” tulisnya lagi.

Tak hanya Adam, dokter gigi Yurika juga ikut mengkritik tindakan tersebut melalui Threads. Ia menilai keputusan tetap datang ke konser saat sedang sakit menunjukkan kurangnya empati terhadap orang lain.

“Terbaca oleh saya utas seseorang yang sedang sakit campak dan tetap pergi menonton konser F4. 😳🤯 Beneran anda nirempati,” tulis akun @drg_yurika.

Menurutnya, risiko penularan semakin besar karena konser identik dengan aktivitas bernyanyi dan berteriak di tengah kerumunan besar.

“Selama konser, tidak mungkin dia diam saja, pasti nyanyi teriak² dengan percikan droplet-nya kemana-mana,” lanjutnya.

Yurika juga menyoroti bahwa dari unggahan asli yang sempat beredar sebelum dihapus, netizen tersebut disebut tidak memakai masker saat menghadiri konser.

Sementara itu, dokter spesialis kulit dan kelamin melalui akun @drmita.spkk juga menjelaskan bahwa campak memang dikenal sebagai penyakit dengan daya tular sangat tinggi.

“CAMPAK itu nularnya gampang bangetttttt, maka sampe disebut infeksi dengan DAYA TULAR TINGGI,” tulisnya.

Ia menjelaskan penularan campak dapat terjadi melalui percikan air liur saat batuk, bersin, hingga berbicara.

“Puncak penularan bisa terjadi sejak 4 hari sebelum ruam merah muncul hingga 4 hari setelah ruam merah pertama kali muncul,” jelasnya.

Unggahan tersebut kini ramai menjadi perdebatan di media sosial. Banyak netizen menilai seseorang seharusnya tidak menghadiri acara besar ketika sedang mengalami penyakit menular demi menjaga keselamatan orang lain.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU