JAKARTA, HOLOPIS.COM – Drummer PAS Band, Sandy Andarusman, mengenang almarhum rekan satu bandnya, Bambang Sutrisno atau Trisno, sebagai sosok sederhana dan penuh kejujuran. Dengan suara bergetar, Sandy mengaku sangat kehilangan sahabat yang telah menemaninya bermusik selama puluhan tahun.
“Bro itu orangnya jujur,” ujar Sandy sambil menahan tangis saat menceritakan sosok Trisno kepada awak media.
Trisno meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 14.29 WIB di RS Hermina Bandung, Jawa Barat, setelah menjalani perawatan intensif akibat gagal ginjal stadium lanjut yang disertai komplikasi penyumbatan pembuluh darah di otak.
Sandy mengungkapkan, kondisi kesehatan Trisno sebenarnya telah menurun sejak beberapa tahun terakhir. Namun, sahabatnya itu dikenal tidak pernah mengeluhkan penyakit yang dideritanya dan cenderung menolak memeriksakan diri ke dokter.
Sekitar dua pekan sebelum meninggal, Trisno mulai mengeluhkan sakit kepala yang cukup berat. Setelah dibujuk keluarga dan rekan-rekannya, ia akhirnya bersedia menjalani pemeriksaan medis.
Hasil diagnosis menunjukkan fungsi ginjal Trisno tinggal sekitar 5 persen, sehingga dokter menyatakan ia mengalami gagal ginjal stadium akhir dan harus menjalani cuci darah.
Tim medis juga menemukan dua penyumbatan pembuluh darah di otak, yang kemudian ditangani melalui tindakan operasi.
Meski sempat menjalani operasi dan dirawat di ruang intensif (ICU), kondisi Trisno terus menurun hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Sabtu siang.
Kepergian Trisno menjadi duka mendalam bagi keluarga besar PAS Band. Sandy mengaku masih sulit menerima kenyataan kehilangan sosok yang selama ini menjadi teman seperjuangan sejak awal perjalanan band tersebut.
Sebelum Trisno wafat, para personel PAS Band bersama sejumlah musisi Indonesia juga sempat menggalang doa dan bantuan untuk biaya pengobatannya. Dukungan datang dari berbagai kalangan musisi yang berharap kondisi Trisno dapat membaik.
Jenazah Trisno disemayamkan di rumah duka di Bandung sebelum dimakamkan pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra, Kota Bandung.
Trisno dikenal sebagai salah satu personel penting PAS Band yang turut membesarkan nama grup rock alternatif asal Bandung tersebut sejak era 1990-an.
Bersama Yukie, Bengbeng, dan Richard Mutter, ia berkontribusi melahirkan sejumlah lagu yang menjadi ikon musik rock Indonesia, di antaranya Jengah, Permata Yang Hilang, Aku, dan Malam Tetaplah Malam.


