Teddy Sentil Dino Patti Djalal: Diplomat Hebat, Tapi Jangan Abaikan Fakta Hasil Diplomasi Prabowo

0 Shares

JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melontarkan sindiran halus kepada mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal saat merespons kritik terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Dalam video klarifikasinya, Teddy mengawali tanggapan dengan mengapresiasi masukan yang disampaikan Dino. Namun, ia juga menyelipkan komentar yang menyita perhatian publik mengenai rekam jejak diplomat senior tersebut.

“Sebelumnya terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi wakil menteri luar negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” kata Teddy dalam sebuah video yang diunggah di Youtube Sekretariat Kabinet, Senin (1/6/2026).

Pernyataan itu muncul setelah Dino Patti Djalal mengkritik frekuensi lawatan luar negeri Presiden Prabowo dan menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait pelaksanaan diplomasi Indonesia.

Meski menghargai kritik tersebut, Teddy menilai masukan yang diberikan seharusnya juga mempertimbangkan hasil konkret yang telah dicapai pemerintah melalui berbagai aktivitas diplomasi Presiden Prabowo selama satu setengah tahun terakhir.

Menurut Teddy, kritik terhadap intensitas kunjungan luar negeri tidak bisa dilepaskan dari capaian yang berhasil diraih Indonesia di berbagai sektor strategis.

- Advertisement -

“Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai,” ujarnya.

Teddy kemudian memaparkan sejumlah hasil diplomasi yang menurutnya merupakan buah dari keterlibatan langsung Presiden Prabowo di panggung internasional. Mulai dari bergabungnya Indonesia ke BRICS, penyelesaian perjanjian tarif nol persen dengan Uni Eropa, masuknya investasi senilai sekitar Rp2.430 triliun dalam kurun satu setengah tahun terakhir, hingga penguatan kerja sama pertahanan dengan berbagai negara.

Ia juga menyinggung keberhasilan diplomasi Indonesia dalam urusan haji, dukungan kemanusiaan untuk Palestina, hingga pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat diamankan otoritas Israel.

“Yang tadi saya sampaikan adalah hasil konkret nyata satu setengah tahun terakhir, dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, baik yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan. Karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya,” tegas Teddy.

Di bagian akhir penjelasannya, Teddy kembali menyentil kritik Dino terkait pola pertemuan Presiden dengan para kepala negara dunia.

Menurutnya, keputusan mengenai prioritas pertemuan bilateral maupun multilateral merupakan kewenangan Presiden dengan pertimbangan strategis dari Kementerian Luar Negeri.

“Dan saya rasa semua diplomat hebat tahu itu. Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan,” ujar Teddy.

Pernyataan tersebut menjadi bagian paling tajam dalam respons pemerintah terhadap kritik Dino Patti Djalal. Selain menyebut Dino sebagai diplomat hebat, Teddy secara implisit mengingatkan bahwa evaluasi terhadap diplomasi Presiden seharusnya dilakukan secara utuh dengan mempertimbangkan hasil dan manfaat yang telah dirasakan Indonesia, bukan semata melihat frekuensi perjalanan luar negeri.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU