HOLOPIS.COM, JAKARTA – BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) memastikan kondisi banjir bandang yang melanda Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo telah surut sepenuhnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa saat ini warga sibuk membersihkan sisa material banjir.
“Banjir telah surut dan menyisakan material kayu serta lumpur di lingkungan permukiman warga terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (2/6).
Banjir bandang ini terjadi pada Selasa (26/5) akibat hujan berintensitas tinggi dan luapan Sungai Didingga dengan ketinggian air 40–200 sentimeter.
Lima desa di Kecamatan Biau terdampak, yaitu Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga, dan Luhuto.
“Sebanyak 2.817 jiwa terdampak dalam kejadian ini. Tiga rumah dilaporkan hanyut, 20 unit rumah rusak berat, dan 826 unit rumah lainnya terdampak,” ujarnya.
Bupati Gorontalo Utara menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Kabupaten Gorontalo Utara melalui SK Nomor 116/V/2026 yang berlaku selama 30 hari, terhitung sejak 26 Mei hingga 24 Juni 2026.
BPBD Kabupaten Gorontalo Utara bersama TNI, Polri, Tagana, relawan, dan aparat terkait melakukan penanganan pascabanjir, mendirikan dapur umum, serta mendistribusikan logistik makanan bagi warga terdampak.
Abdul kemudian mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem selama masa peralihan musim, seperti angin kencang, hujan ekstrem, angin puting beliung, banjir, dan gelombang tinggi.
“Selain itu, masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan bencana geologi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa,” imbaunya.



