Dino Patti Djalal Harap Prabowo Kurangi Kunjungan Luar Negeri, Ini 5 Saran Perbaikan Diplomasi

5 Shares

JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus diplomat senior Indonesia, Dino Patti Djalal, menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya terlalu tinggi sejak awal masa pemerintahan.

Dalam pernyataan terbukanya, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat dan Juru Bicara Kepresidenan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengaku merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan diplomasi Indonesia saat ini.

“Bapak Presiden telah menganugerahkan Bintang Mahaputra kepada saya, yang berarti Bapak mempercayai kredibilitas dan pandangan saya mengenai politik luar negeri. Karena itu saya juga merasa memiliki tanggung jawab moril untuk menyampaikan pesan apa adanya,” kata Dino dalam video yang ia unggah di akun media sosial pribadinya, Sabtu (30/5/2026).

Dino menilai Presiden Prabowo perlu mengevaluasi frekuensi perjalanan luar negeri yang selama ini dilakukan. Menurutnya, perhatian publik terhadap isu tersebut tidak boleh dianggap remeh karena menyangkut efektivitas pemerintahan dan penggunaan anggaran negara.

“Sebagai sahabat lama bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia menghimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini,” ujarnya.

Menurut Dino, berdasarkan perhitungan yang dilakukannya, Presiden Prabowo menjadi salah satu kepala negara dengan frekuensi kunjungan luar negeri tertinggi di dunia sejak dilantik.

- Advertisement -

“Dalam perhitungan kami dari seluruh pemimpin dunia Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri, semenjak menjabat menjadi Presiden satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa setiap kunjungan kenegaraan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari biaya pesawat, pengamanan, protokol, akomodasi hingga logistik rombongan.

“Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar,” tegasnya.

5 Saran Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo

Sebagai bentuk evaluasi konstruktif, Dino menyampaikan lima rekomendasi yang menurutnya dapat meningkatkan efektivitas diplomasi sekaligus menghemat anggaran negara.

1. Maksimalkan komunikasi virtual dengan para pemimpin dunia

Menurut Dino, banyak agenda bilateral yang substansinya dapat diselesaikan melalui sambungan telepon atau konferensi video tanpa harus melakukan perjalanan internasional.

“Untuk menjaga komunikasi dengan pemimpin dunia lain kami menyarankan Presiden Prabowo lebih mengandalkan video call atau zoom call atau telepon,” ujarnya.

Ia mencontohkan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, yang disebut telah berulang kali berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui sambungan telepon tanpa harus melakukan kunjungan bilateral.

2. Manfaatkan forum internasional untuk memperbanyak pertemuan bilateral

Dino mengusulkan konsep “Formula 1+8”, yakni setiap kali menghadiri forum internasional, Presiden dapat sekaligus melakukan sedikitnya delapan pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lain yang hadir.

“Kami menyarankan istana menerapkan Formula 1 + 8 yaitu dalam menghadiri forum internasional misalnya ke Davos atau PBB di New York atau ASEAN atau G20 dan lain sebagainya, sembari menyampaikan pidato, Presiden juga bisa menerima atau bertemu paling tidak dengan 8 kepala negara lain,” jelasnya.

Bahkan saran ini juga merujuk pada angka favorit Presiden Prabowo Subianto dengan angka 8. Sehingga ide ini dirasa bisa lebih menyentuh rasa dan pemikiran pribadi Presiden Republik Indonesia ke 8 tersebut.

“Kenapa delapan, karena nampaknya angka 8 adalah favorit presiden yang juga dikenal dengan 08,” lanjut Dino.

3. Perbaiki perencanaan dan transparansi kunjungan luar negeri

Dino menilai sejumlah perjalanan Presiden terkesan dilakukan secara mendadak tanpa penjelasan yang memadai kepada publik.

“Kunjungan internasional Presiden Prabowo dilakukan dengan profesional dan perencanaan yang baik,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar Sekretariat Kabinet dan Kementerian Luar Negeri mengumumkan agenda kunjungan Presiden jauh hari sebelum keberangkatan sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.

“Baik Seskab Teddy atau Menlu Sugiono perlu mengumumkan rencana kunjungan Presiden ke suatu negara satu bulan sebelumnya, atau minimal seminggu sebelum hari-H, dan diumumkan juga bersamaan dengan negara yang akan dikunjungi,” tutur Dino.

4. Perbanyak menerima tamu negara di Indonesia

Menurut Dino, pola diplomasi yang lebih efektif dapat dilakukan dengan memperbanyak kunjungan pemimpin dunia ke Indonesia dibanding Presiden yang terus bepergian ke luar negeri.

“Saya juga menganjurkan untuk satu tahun ke depan Presiden Prabowo lebih banyak menerima tamu negara di tanah air ketimbang melakukan perjalanan ke luar negeri,” ujarnya.

Ia mencontohkan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, yang lebih sering menerima kunjungan kepala negara asing di Beijing.

5. Delegasikan lebih banyak misi diplomatik kepada Menteri Luar Negeri Sugiono

Dino menilai sebagian agenda diplomasi yang bersifat teknis dapat ditangani langsung oleh Menteri Luar Negeri sehingga lebih efisien dari sisi biaya maupun waktu.

“Saya juga mengusulkan agar ke depan sebagian besar misi diplomatik yang bersifat taktis dapat dioper ke Menlu Sugiono,” katanya.

Menurut Dino, langkah tersebut juga akan memperkuat peran Kementerian Luar Negeri sebagai ujung tombak diplomasi Indonesia.

Di akhir pernyataannya, Dino menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan ditujukan untuk menyerang pemerintah, melainkan sebagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait efektivitas perjalanan luar negeri Presiden.

“Dalam suasana yang serba prihatin dan was-was akibat gejolak dunia, rakyat Indonesia tidak lagi terpukau dengan kemegahan protokoler dalam dunia diplomasi,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat lebih peka terhadap persepsi publik dan memastikan setiap agenda diplomasi memberikan manfaat yang terukur bagi kepentingan nasional.

“Apa yang saya katakan di sini adalah penyampaian perasaan kebanyakan rakyat yang murni dari nurani mereka, silakan cek,” pungkas Dino.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU