HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir merendam sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, peristiwa ini dipicu hujan deras yang menyebabkan debit air sungai naik sehingga menggerus tanggul sungai.
Luapan air membanjiri area persawahan, empang, hingga permukiman warga yang berada di 3 Desa yakni Desa Sibalago di Kecamatan Toribulu, Desa Tolai di Kecamatan Torue, dan Desa Balinggi Jati di Kecamatan Balinggi.
“Sebanyak 30 unit rumah dilaporkan terdampak. Selain rumah, banjir juga berdampak pada jalan penghubung antar desa, area persawahan, dan empang milik warga,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (27/5).
Abdul juga mengungkapkan, karena arus yang deras, kendaraan roda dua sempat dilarang melewati wilayah terdampak banjir.
Abdul kemudian mengatakan bahwa kondisi banjir belum surut. Sementara di lapangan hujan masih terus berlangsung.
Abdul menambahkan bahwa bencana hidrometeorologi basah masih mendominsai kejadian bencana di Indonesia hingga pekan terakhir Mei 2026. Selama sepekan kedepan, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.
“Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Pulau Sumatra, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua,” terangnya.
Di sisi lain, memasuki bulan Juni, sebagian wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Abdul kemudian mengimbau pemerintah daerah dan juga masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap ancaman bahaya bencana karena faktor hidrometeorologi basah maupun kering.
“Selain itu, ancaman bahaya geologi juga berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia,” imbaunya.


