HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi merombak klasifikasi sejumlah saham emiten di papan perdagangan Bursa. Salah satu yang menjadi sorotan ialah perpindahan saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dan Global Digital Niaga (BELI) dari papan ekonomi baru ke papan pengembangan.
Keputusan tersebut diumumkan Direktur Penilaian Perusahaan I BEI Vera Florida pada Selasa (26/5/2026). Perubahan papan pencatatan berlaku efektif mulai 29 Mei 2026.
Selain GOTO dan BELI, perpindahan papan juga mencakup emiten yang naik dari papan pengembangan ke papan utama, serta saham yang turun dari papan utama ke papan pengembangan.
GOTO dan BELI Keluar dari Papan Ekonomi Baru
Papan ekonomi baru atau new economy board diluncurkan BEI pada akhir 2022 sebagai wadah bagi perusahaan teknologi dan ekonomi digital. Papan ini memiliki status setara papan utama dan dirancang untuk mengakomodasi skema Saham Dengan Hak Suara Multipel (SHSM) sesuai POJK 22/2021.
Sebelumnya, hanya terdapat tiga emiten yang tercatat di papan ekonomi baru, yakni GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), Global Digital Niaga (BELI), dan Bukalapak.com (BUKA).
Dengan keputusan terbaru ini, hanya saham BUKA yang masih bertahan di papan ekonomi baru. Langkah perpindahan tersebut memunculkan perhatian pelaku pasar karena papan ekonomi baru sebelumnya diposisikan sebagai etalase emiten teknologi dengan prospek pertumbuhan tinggi.
Dalam evaluasi terbaru, BEI juga menetapkan 26 saham naik kelas dari papan pengembangan ke papan utama. Beberapa emiten yang masuk daftar tersebut antara lain:
- Akasha Wira International (ADES)
- Asuransi Multi Artha Guna (AMAG)
- Surya Toto Indonesia (TOTO)
- Chandra Asri Pacific (TPIA)
Sementara itu, sebanyak 16 saham justru dipindahkan dari papan utama ke papan pengembangan. Di antaranya:
- Bukaka Teknik Utama (BUKK)
- GTS Internasional (GTSI)
- Mega Manunggal Property (MMLP)
- Trimegah Bangun Persada (NCKL)
Ini Perbedaan Papan Utama dan Papan Pengembangan di BEI
Perbedaan utama antara papan utama dan papan pengembangan terletak pada skala bisnis, rekam jejak perusahaan, nilai pasar, serta tingkat risiko investasi.
Emitmen yang berada di papan utama umumnya memiliki fundamental bisnis yang lebih matang, stabil, dan kuat dengan kapitalisasi pasar besar. Sementara perusahaan di papan pengembangan biasanya masih berada dalam fase ekspansi dan memiliki risiko usaha yang relatif lebih tinggi.
Evaluasi perpindahan papan dilakukan BEI secara berkala berdasarkan sejumlah indikator kinerja dan kepatuhan emiten. Kebijakan ini juga menjadi sinyal penting bagi investor dalam menilai kualitas dan profil risiko saham di pasar modal Indonesia.

