HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan insentif Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 1,5 persen untuk profesi penulis. Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui budaya literasi dan penulisan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan jumlah penulis di Indonesia, terutama di bidang ilmiah, masih sangat terbatas. Karena itu, pemerintah ingin mendorong lebih banyak masyarakat aktif menulis dan menerbitkan buku melalui kebijakan pajak yang lebih ringan.
“(Dampak ke pertumbuhan ekonomi) Nggak jangka pendek, (tapi) jangka panjang. Mungkin setelah bukunya keluar setahun-dua tahun, yang baca jadi pintar. Yang kedua, kan lebih mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Purbaya dalam keterangannya, Selasa (27/5/2026).
Menurut Purbaya, insentif pajak tersebut diharapkan mampu memperkaya bahan bacaan di Indonesia, baik buku fiksi maupun nonfiksi. Dengan semakin banyak referensi berkualitas, masyarakat diharapkan tidak hanya bergantung pada informasi media sosial yang belum tentu terverifikasi.
“Pokoknya supaya penulis Indonesia lebih aktif menulis, karena bayar pajaknya lebih rendah,” ujarnya.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi pemerintah yang juga mencakup sejumlah program lain di sektor transportasi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut insentif untuk penulis merupakan implementasi dari janji kampanye Presiden Prabowo Subianto.
Selain insentif penulis, pemerintah juga menggulirkan diskon tiket transportasi dan pesawat selama periode liburan sekolah hingga Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Tak hanya itu, pemerintah juga melanjutkan program magang nasional batch IV yang dimulai Juli 2026 dengan target 150 ribu peserta dan anggaran Rp4,14 triliun.
Ada pula program vokasi nasional yang menyasar 220 ribu lulusan SMK serta 50 ribu pekerja terdampak PHK dengan dukungan anggaran Rp2,12 triliun.
“Ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus di kuartal II,” ujar Airlangga.


