HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pengemudi ojek online (ojol) kini tak hanya dipandang sebagai pengguna jalan, tetapi juga calon mitra strategis kepolisian.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho meminta seluruh jajaran polisi lalu lintas (Polantas) di daerah mulai membangun pendekatan humanis dengan komunitas ojol demi menciptakan budaya tertib lalu lintas yang lebih efektif.
Menurut Agus, pendekatan humanis menjadi langkah penting untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Ia menilai pengemudi ojol memiliki peran strategis karena setiap hari berada di jalan dan berinteraksi langsung dengan kondisi lalu lintas.
“Rangkul mereka, rangkul seluruh komunitas, jalin silaturahmi, dan ke depan kita akan membentuk Asosiasi Ojol Nusantara,” kata Agus dalam keterangannya pada Rabu (27/5/2026).
Agus menjelaskan, para pengemudi ojol bisa menjadi mitra penting bagi kepolisian dalam memberikan informasi, masukan, hingga membantu menjaga ketertiban lalu lintas di lapangan.
“Mereka bisa menjadi mitra untuk memberikan informasi, berdiskusi, sekaligus membantu menciptakan ketertiban lalu lintas,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat turun langsung ke lapangan, banyak pengemudi ojol merasa bangga karena dirangkul dan diajak dekat oleh polisi lalu lintas. Menurutnya, pendekatan seperti itu mampu membangun kesadaran masyarakat tanpa harus selalu mengedepankan penindakan.
Karena itu, Agus menegaskan paradigma polisi lalu lintas saat ini harus berubah. Pendekatan kepada masyarakat, kata dia, tidak lagi hanya melalui tilang atau penegakan hukum semata, tetapi juga lewat pendekatan hati dan silaturahmi.
“Ketika masyarakat dirangkul dan diajak membangun kedekatan melalui silaturahmi, mereka merasa bangga dan senang. Dari situ muncul kesadaran sendiri sehingga mereka malu untuk melakukan pelanggaran lalu lintas,” ucapnya.
Pendekatan humanis tersebut juga menjadi bagian dari penguatan program “Polantas Menyapa dan Melayani” yang saat ini terus didorong oleh Korlantas Polri di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui program itu, Polri berharap hubungan polisi dan masyarakat menjadi lebih dekat sehingga tercipta budaya tertib lalu lintas yang tumbuh dari kesadaran bersama.

