HOLOPIS.COM, JAKARTA – Film biopik musikal Michael terus menunjukkan performa luar biasa di box office dunia. Film yang mengangkat kisah hidup Michael Jackson itu kini hampir menembus pendapatan global 800 juta dolar AS atau sekitar Rp13 triliun.
Hingga pekan ini, “Michael” telah meraih total pendapatan sebesar 788 juta dolar AS secara global. Film tersebut mengumpulkan 468 juta dolar AS dari pasar internasional dan 319 juta dolar AS dari Amerika Utara.
Akhir pekan kemarin saja, film tersebut masih berhasil menambah 28,5 juta dolar AS dari pasar internasional. Dengan Jepang yang masih belum memulai penayangan, “Michael” diprediksi bakal melampaui pencapaian Bohemian Rhapsody yang sebelumnya mengumpulkan 911 juta dolar AS.
Jika berhasil, “Michael” akan resmi menjadi film biopik musikal dengan pendapatan terbesar sepanjang masa.
Kesuksesan film ini juga semakin memperlihatkan besarnya pengaruh Michael Jackson di industri hiburan dunia meski sang King of Pop telah meninggal dunia sejak 2009.
The Devil Wears Prada 2 dan Star Wars Ikut Ramaikan Box Office
Selain “Michael”, film The Devil Wears Prada 2 juga mencatat pencapaian besar setelah menembus 600 juta dolar AS di box office global. Film tersebut meraih 408 juta dolar AS dari pasar internasional dan hampir 200 juta dolar AS dari Amerika Utara.
Sementara itu, spin-off terbaru The Mandalorian and Grogu juga resmi debut di bioskop dunia. Film produksi Disney tersebut membuka penayangan internasional dengan pendapatan 64 juta dolar AS dari 51 wilayah.
Beberapa pasar terbesar datang dari Inggris dengan 7,1 juta dolar AS, Jerman 6,5 juta dolar AS, China 5,3 juta dolar AS, dan Jepang 4,9 juta dolar AS.
Secara global, “The Mandalorian and Grogu” kini mengumpulkan 145 juta dolar AS dalam tiga hari penayangan dan diperkirakan mencapai 165 juta dolar AS dalam empat hari libur Memorial Day.
Pendapatan awal film tersebut disebut mirip dengan Solo: A Star Wars Story yang tayang pada 2018. Namun berbeda dari “Solo” yang gagal di box office, “The Mandalorian and Grogu” sejauh ini mendapat respons penonton dan kritik yang lebih positif.
Film itu juga memiliki biaya produksi lebih rendah, yakni sekitar 165 juta dolar AS, jauh di bawah “Solo” yang mencapai hampir 300 juta dolar AS.


