HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Adha, warga Muslim di Yerusalem Timur mulai memadati pasar ternak untuk membeli domba kurban. Tradisi tahunan tersebut kembali terlihat di tengah situasi Palestina yang masih dibayangi konflik dan tekanan ekonomi.
Idul Adha sendiri merupakan salah satu hari raya terpenting bagi umat Islam. Perayaan ini identik dengan penyembelihan hewan kurban yang kemudian dibagikan kepada keluarga, kerabat, tetangga, hingga masyarakat yang membutuhkan.
Di sejumlah pasar ternak Yerusalem Timur, warga terlihat memilih domba dan sapi yang akan digunakan untuk ibadah kurban. Meski suasana pasar tetap ramai, kondisi ekonomi dan situasi keamanan disebut membuat banyak warga harus lebih berhati-hati dalam membeli hewan kurban tahun ini.
Situasi tersebut juga terjadi di tengah kondisi Palestina yang masih belum stabil akibat konflik berkepanjangan. Dampak perang di Gaza dan pembatasan wilayah disebut ikut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat Palestina menjelang hari raya.
Sejumlah laporan menyebut harga pakan ternak dan biaya distribusi mengalami kenaikan sehingga memengaruhi harga hewan kurban di pasar. Permintaan masyarakat juga disebut tidak setinggi tahun-tahun sebelum konflik berkepanjangan terjadi.
Sementara itu di Gaza, kondisi warga Palestina disebut jauh lebih sulit. Banyak warga bahkan tidak bisa menjalankan tradisi kurban karena keterbatasan hewan ternak dan pembatasan akses akibat perang.
Dikutip Holopis.com, warga Gaza diperkirakan kembali menjalani Idul Adha tanpa penyembelihan hewan kurban untuk tahun ketiga berturut-turut. Otoritas setempat menyebut sektor peternakan di Gaza mengalami kerusakan besar akibat konflik sejak 2023.
Meski begitu, warga Palestina di Yerusalem Timur tetap berusaha mempertahankan tradisi Idul Adha sebagai bagian penting dari kehidupan dan identitas mereka. Di tengah berbagai keterbatasan, suasana pasar ternak tetap menjadi simbol persiapan menyambut hari raya umat Muslim tersebut.


