HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sebuah stasiun radio di Inggris, Radio Caroline, mendadak menjadi sorotan setelah tanpa sengaja menyiarkan pengumuman bahwa Charles III meninggal dunia. Pengumuman tersebut sempat membuat pendengar panik sebelum akhirnya pihak radio memberikan klarifikasi dan permintaan maaf resmi.
Insiden itu terjadi pada 19 Mei lalu. Dalam pernyataan resminya, manajer stasiun Radio Caroline, Peter Moore, mengatakan pengumuman tersebut muncul akibat kesalahan sistem komputer di studio utama mereka.
“Karena kesalahan komputer di studio utama kami, prosedur Death of a Monarch tidak sengaja aktif,” kata Moore dalam pernyataan di Facebook, dikutip Holopis.com, Jum’at (22/5).
Ia menjelaskan seluruh stasiun radio di Inggris memang memiliki prosedur khusus yang disiapkan jika suatu hari raja atau ratu wafat. Namun prosedur tersebut seharusnya hanya digunakan dalam kondisi resmi dan terverifikasi.
Radio Sempat Putar Lagu dan Lagu Kebangsaan Inggris
Menurut laporan yang beredar di media sosial, insiden bermula setelah Radio Caroline memutar lagu “What’s Up” milik 4 Non Blondes. Tidak lama kemudian, sistem otomatis tiba-tiba memutar pengumuman kematian Raja Charles III.
“Kami menghentikan program reguler sebagai bentuk penghormatan kepada Yang Mulia Raja Charles III,” bunyi pengumuman tersebut.
“Ini Radio Caroline. Yang Mulia Raja Charles III telah wafat,” lanjut pengumuman itu.
Setelahnya, radio juga sempat memutar lagu kebangsaan Inggris “God Save the King” disertai musik penghormatan. Pihak radio mengatakan siaran mendadak terdiam setelah prosedur otomatis berjalan, sehingga tim mereka langsung menyadari ada kesalahan dan segera memulihkan program normal.
“Radio Caroline kemudian mendadak hening seperti prosedur resmi, dan itu membuat kami sadar untuk segera memulihkan siaran dan meminta maaf secara langsung,” ujar Moore.
Raja Charles Justru Sedang Kunjungan Kerja
Di hari yang sama, Raja Charles III justru terlihat menjalani agenda resmi bersama Camilla di Belfast, Irlandia Utara. Dalam kunjungan tersebut, Raja Charles menghadiri demonstrasi robotik di workshop berbasis STEM bernama W5 Life. Sementara Ratu Camilla mengunjungi anak-anak di Fane Street Primary School.
Raja Charles juga diketahui menghadiri perayaan Fleadh Cheoil na hÉireann, festival tahunan budaya Irlandia terbesar di dunia.
Insiden ini kembali membuat kondisi kesehatan Raja Charles menjadi perhatian publik. Seperti diketahui, Raja Charles sebelumnya mengungkap dirinya didiagnosis menderita kanker pada 2024, meski jenis penyakitnya tidak pernah diumumkan secara detail.
Namun pada Desember 2025 lalu, Raja Charles mengatakan jadwal pengobatannya mulai berkurang berkat diagnosis dan penanganan dini.
“Diagnosis dini benar-benar menyelamatkan nyawa,” ujar Raja Charles saat itu.

