HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir yang melanda pemukiman warga di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur hingga saat ini masih terus dalam penanganan petugas.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, banjir terjadi akibat hujan deras dan meluapnya aliran sungai di beberapa wilayah.
“Kejadian ini berdampak pada 1.102 jiwa dari 327 KK dan menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak genangan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (21/5).
Wilayah terdampak meliputi Desa Toyaning, Rejoso Lor dan Patuguran di Kecamatan Rejoso, Desa Kedawung Wetan, Sumberdawesari dan Kedawung Kulon di Kecamatan Grati, serta Desa Bandaran di Kecamatan Winongan.
“Kondisi mutakhir dilaporkan berangsur surut,” imbuhnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Selain itu, beberapa wilayah mulai memasuki musim kemarau sehingga berpotensi mengalami kekeringan dan peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering, khususnya banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan.
“Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, BMKG, dan PVMBG, serta segera melakukan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan ancaman bencana. Kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh unsur menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana,” imbaunya.


