Jarang Diketahui, Ini Fakta Unik Sejarah PRJ yang Berusia Lebih dari Setengah Abad

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair senantiasa sukses menyedot jutaan pengunjung setiap tahunnya lewat gemerlap konser musik, diskon besar-besaran, dan beragam kuliner khas. Namun, di balik kemegahan festival modern ini, tersimpan sejarah unik dan filosofi nama yang jarang disadari oleh masyarakat luas.

Banyak orang keliru menganggap kata “pekan” dalam singkatan PRJ merujuk pada satuan waktu satu minggu. Padahal, merujuk pada akar bahasa Melayu, istilah “pekan” sebenarnya memiliki arti pasar atau tempat berlangsungnya aktivitas perdagangan.

Pemaknaan bahasa inilah yang menjelaskan mengapa pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara tersebut tidak pernah berlangsung hanya selama tujuh hari. Sejak awal penyelenggaraannya, pesta rakyat ini selalu digelar secara berkala dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan penuh.

Eksistensi Jakarta Fair yang kini telah melampaui usia setengah abad rupanya tidak lahir begitu saja tanpa tujuan yang jelas. Acara legendaris ini berawal dari sebuah misi mulia, yakni membangkitkan roda perekonomian nasional pasca-masa transisi politik di era akhir 1960-an.

Gagasan awal penyelenggaraan acara ini dicetuskan oleh Syamsuddin Mangan, yang kala itu menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta. Haji Mangan mengusulkan ide pameran dagang besar ini langsung kepada Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin.

Usulan visioner tersebut langsung disambut hangat oleh Ali Sadikin yang kemudian mewujudkannya menjadi sebuah pameran besar. Pada mulanya, perhelatan akbar ini diberi nama “Djakarta Fair” dengan masih menggunakan ejaan lama bahasa Indonesia.

- Advertisement -

Penyelenggaraan perdana pameran bersejarah ini secara resmi dibuka pada tanggal 5 Juni hingga 20 Juli 1968 di kawasan Monumen Nasional (Monas). Presiden Soeharto membuka langsung acara tersebut dengan melepas burung merpati sebagai simbol dimulainya pameran dagang nasional.

Sejak hari pertama digelar, Djakarta Fair tidak hanya dirancang sebagai pusat transaksi industri dan perdagangan semata. Penyelenggara juga menyisipkan berbagai hiburan rakyat guna menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan untuk datang berkunjung.

Kombinasi unik antara dunia bisnis dan hiburan rakyat ini ternyata langsung memikat hati warga ibu kota dan sekitarnya. Sejak saat itu, PRJ secara resmi ditetapkan sebagai agenda tahunan wajib untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota Jakarta.

Setelah lebih dari dua dekade bertempat di Monas, daya tampung kawasan pusat kota tersebut akhirnya mulai menemui batas maksimalnya. Lonjakan jumlah peserta pameran dan arus pengunjung yang luar biasa padat membuat lokasi lama tidak lagi memadai.

Memasuki tahun 1992, pemerintah DKI Jakarta akhirnya resmi memindahkan lokasi penyelenggaraan PRJ ke kawasan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Lahan luas bekas Bandara Kemayoran tersebut kemudian disulap menjadi pusat pameran dan konvensi modern.

Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan globalisasi, penamaan perhelatan akbar ini pun ikut mengalami penyesuaian. Sekitar tahun 2010, pihak penyelenggara mulai gencar mempromosikan nama “Jakarta Fair” sebagai identitas internasional yang baru.

Langkah re-branding tersebut sengaja diambil untuk memperkuat citra festival di mata dunia sekaligus menarik minat wisatawan asing. Kendati demikian, masyarakat lokal hingga saat ini masih sangat akrab dan lebih sering menyebutnya dengan singkatan legendaris, PRJ.

Hingga penyelenggaraan terbarunya, esensi utama Jakarta Fair sebagai motor penggerak ekonomi tidak pernah bergeser sedikit pun. Ribuan perusahaan skala besar hingga sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus berpartisipasi aktif mengisi stan pameran.

Perjalanan panjang selama lima dekade lebih telah mengubah wajah Pekan Raya Jakarta dari sekadar pameran dagang lokal menjadi ikon budaya modern. Festival ini membuktikan diri mampu terus berselancar di tengah arus zaman tanpa pernah kehilangan misi luhur pertamanya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU