HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan) terus melanda sejumlah wilayah baik di Pulau Sumater, termasuk juga di Pulau Kalimantan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kejadian baru yang menjadi perhatian adalah karhutla di Provinsi Jambi yang masih dalam penanganan satgas gabungan.
“Luas lahan terbakar tercatat mencapai 121,6 hektare,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (13/6).
Karhutla itu tersebar di sembilan kabupaten dan dua kota, yaitu Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, Tebo, Bungo, Sarolangun, Merangin, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Kerinci, serta Kota Sungai Penuh dan Kota Jambi.
Berdasarkan data sementara, luas lahan terbakar terbesar berada di Kabupaten Sarolangun seluas 42,4 hektare, diikuti Kabupaten Tanjung Jabung Barat 33,4 hektare, Kabupaten Batanghari 22,8 hektare dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur 18,8 hektare.
Pemerintah Provinsi Jambi masih menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan sejak Minggu (27/04) hingga Minggu (30/11).
“Saat ini tim Satgas Karhutla terus melakukan penanganan dan pemadaman di sejumlah titik api yang masih terpantau,” ujarnya.
Di Provinsi Riau, kebakaran hutan dan lahan masih menjadi salah satu perhatian nasional. Total luas lahan terbakar sejak 1 Januari 2026 mencapai 15.220,34 hektare. Pemerintah Provinsi Riau masih menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan sejak Kamis (13/02) hingga Minggu (30/11).
Abdul menyebut tidak terdapat penambahan luas lahan terbakar pada periode pelaporan ini.
Sementara itu di Provinsi Aceh, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nagan Raya masih dalam proses penanganan. Hingga saat ini luas lahan terbakar tercatat mencapai 99 hektare.
“Tim gabungan telah berhasil memadamkan sekitar 98,8 hektare lahan, sementara titik asap seluas sekitar 0,2 hektare masih dalam proses pendinginan untuk mencegah munculnya kembali api,” ucapnya.
Di wilayah lain Provinsi Aceh, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Aceh Barat juga masih ditangani secara intensif. Luas lahan terbakar tercatat mencapai 34,1 hektare.
BPBD Kabupaten Aceh Barat bersama tim gabungan melaksanakan pemadaman darat di Kecamatan Bubon dan Kecamatan Samatiga serta mendapat dukungan helikopter water bombing dari BNPB.
“Hingga saat ini penanganan di Kecamatan Bubon telah mencapai sekitar 95 persen dari total area terdampak, sedangkan di Kecamatan Samatiga mencapai sekitar 60 persen,” tukasnya.
Di Provinsi Kalimantan Tengah, luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 11 Juni 2026 tercatat mencapai 452,04 hektare atau bertambah sekitar satu hektare dibandingkan laporan sebelumnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah masih memberlakukan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan sejak Selasa (08/04) hingga Sabtu (10/10).
Memasuki periode musim kemarau, kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan perlu terus ditingkatkan, khususnya di wilayah Sumatra dan Kalimantan yang menunjukkan peningkatan luas area terbakar.
“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat upaya pencegahan, penanganan darurat dan pemulihan pascabencana demi melindungi keselamatan masyarakat,” pinta Abdul.


