HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana longsor melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah hingga merusak sejumlah fasilitas publik.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kejadian dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan longsor di area Jembatan Kali Jaran.
“Jembatan tersebut merupakan akses penghubung antara Dusun Banjaran dan Dusun Sinongko di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (18/5).
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 161 kepala keluarga (KK) atau sekitar 400 jiwa terdampak dan sempat terisolasi karena akses penghubung warga terganggu.
Selain itu, kerusakan material tercatat berupa robohnya satu unit jembatan yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat setempat.
Abdul memastikan petugas juga melakukan pemasangan rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi longsor guna mengantisipasi risiko lanjutan dan menjaga keselamatan masyarakat.
Saat ini, penanganan bencana masih mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/409 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Cuaca Ekstrem di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025/2026 yang berlaku mulai 23 Oktober 2025 hingga 23 Mei 2026.
Berdasarkan kondisi terkini, jembatan darurat sementara telah dapat dilalui kendaraan roda dua sehingga akses masyarakat mulai kembali terbuka.
Aktivitas warga di sekitar lokasi kejadian juga dilaporkan berangsur normal meskipun masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan longsor susulan.
Abdul mengatakan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat di wilayah terdampak. Seiring masih berpotensinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, Abdul mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
“Masyarakat di wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem diminta memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang serta menghindari aktivitas di sekitar lereng labil, bantaran sungai, dan infrastruktur yang mengalami kerusakan,” imbaunya.


