BerandaOtoteknoTeknoHarvest Moon: Echoes of Teradea Ditunda ke 15 Oktober

Harvest Moon: Echoes of Teradea Ditunda ke 15 Oktober

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kabar terbaru datang dari Natsume yang mengumumkan penundaan jadwal rilis Harvest Moon: Echoes of Teradea, game terbaru dari waralaba simulasi pertanian legendaris tersebut.

Semula dijadwalkan meluncur pada 24 September, game ini kini resmi mundur ke 15 Oktober mendatang. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh pihak Natsume pada Rabu waktu setempat.

Game ini rencananya akan tersedia di berbagai platform sekaligus, mulai dari Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, PlayStation 5, Xbox Series X|S, hingga PC melalui Steam. Cakupan multiplatform ini menunjukkan keseriusan Natsume dalam menjangkau basis penggemar Harvest Moon yang tersebar di berbagai perangkat.

“Kami ingin memastikan setiap detail permainan benar-benar matang sebelum sampai ke tangan pemain,” demikian pernyataan resmi dari tim pengembang terkait alasan penundaan tersebut.

Dalam Harvest Moon: Echoes of Teradea, para pemain akan diajak menjalani misi menghidupkan kembali para Roh Penjaga sekaligus memulihkan wilayah Teradea yang terselimuti kabut misterius dari Forest of Echoes. Kabut ini bukan sekadar pemandangan, sebab kemunculannya turut mendatangkan gerombolan serigala liar yang berkeliaran di malam hari.

Petualangan pemain tidak hanya berpusat di kampung halaman Bloomfield Village. Mereka juga akan menjelajahi desa pelabuhan Tidewind, desa pertambangan Quarrytop, hingga pusat budaya Maplehill.

Di sela-sela eksplorasi tersebut, pemain tetap bisa menjalani rutinitas khas Harvest Moon seperti bercocok tanam, memelihara hewan ternak, dan menjalin hubungan pertemanan maupun asmara dengan penduduk desa.

Soal urusan hati, game ini menghadirkan lima karakter pria dan lima karakter wanita yang bisa dijadikan pasangan. Dari sisi gameplay, Echoes of Teradea juga membawa sejumlah pembaruan menarik lewat kemampuan eksplorasi baru seperti melompat dan memanjat. Pemain bahkan bisa mengajak hewan peliharaan serta ternak mereka dalam perjalanan menjelajah dunia game.

Namun, petualangan ini bukan tanpa risiko. Pemain harus waspada terhadap hewan liar yang bisa merampas barang bawaan jika lengah. Sebagai pelengkap eksplorasi, game ini turut menyediakan peta navigasi laut yang mengarahkan pemain menuju pulau-pulau terpencil yang menyimpan berbagai rahasia. Natsume juga memastikan akan ada edisi spesial serta bonus pre-order bagi penggemar yang ingin memesan lebih awal.

Penundaan semacam ini sebenarnya bukan hal baru bagi Natsume. Sebelumnya, versi Switch dari dua game Nintendo 3DS lawas, Harvest Moon: The Lost Valley dan Harvest Moon: Skytree Village, juga mengalami nasib serupa. Kedua game itu akhirnya baru dirilis pada Juli 2025, mundur dari jadwal awal yang direncanakan pada Juni 2025.

Sementara itu, entri terakhir dari seri utama, Harvest Moon: The Winds of Anthos, telah lebih dulu meluncur pada September 2023 untuk Switch, PS5, PS4, Xbox Series X|S, Xbox One, serta PC via Steam.

Menariknya, nama Harvest Moon sendiri sejatinya merupakan judul payung yang digunakan Natsume untuk merilis waralaba Bokujō Monogatari (Story of Seasons) di kawasan Amerika Utara. Namun sejak XSEED Games, anak perusahaan Marvelous AQL, mulai merilis game Bokujō Monogatari: Tsunagaru Shin Tenchi secara mandiri di Amerika Utara pada Maret 2015, XSEED tidak lagi memiliki hak untuk menggunakan nama Harvest Moon dalam produk-produk mereka selanjutnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Fisca Dwi Astuti
Fisca Dwi Astuti
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Fisca Dwi Astuti

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA