“MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita,” tegas Presiden.
Meski demikian, Presiden Prabowo mengakui bahwa pelaksanaan program besar tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk potensi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran. Oleh karena itu, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan kewenangan.
“Tapi saya sudah katakan, pemerintah saya tidak ragu-ragu, siapapun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahkan kewenangan, akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa program MBG mendapat dukungan besar dari masyarakat kecil. Dalam berbagai kunjungan kerja, Kepala Negara mengaku banyak menerima aspirasi agar program tersebut terus dilanjutkan karena dinilai sangat membantu kehidupan masyarakat.
“MBG begitu penting untuk bangsa kita. Ke mana-mana saya ketemu rakyat kecil, petani, ‘Pak, tolong Pak MBG jangan diberhentikan. Ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan, sangat membantu saya, sangat membantu keluarga saya,’” tutur Presiden.
Selain memperkuat ekonomi desa melalui koperasi, Presiden Prabowo turut menyoroti pentingnya akses pembiayaan murah bagi masyarakat kecil. Kepala Negara mengungkapkan bahwa pemerintah telah memerintahkan penurunan bunga kredit program ultra mikro PNM Mekaar agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Tadinya bunganya itu 24 persen, 22 saya perintahkan harus turun, di bawah 10 persen,” kata Presiden.
Presiden pun menegaskan bahwa ke depan koperasi desa juga akan menjadi pusat layanan keuangan rakyat dengan akses kredit murah bagi masyarakat desa. Langkah tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong industrialisasi berbasis desa di seluruh Indonesia.


