HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mencuri perhatian dunia saat bersama-sama mengunjungi kompleks bersejarah Kuil Surga di Beijing.
Momen itu jadi simbol diplomasi hangat di tengah ketegangan geopolitik global yang masih membayangi hubungan dua negara adidaya tersebut.
Trump tampak terkesan dengan kemegahan kompleks kuno yang menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut. Di hadapan media, ia bahkan melontarkan pujian untuk China.
“Hebat. Tempat yang hebat. Luar biasa. Tiongkok itu indah,” kata Trump saat ditanya mengenai suasana pembicaraan dengan Xi Jinping dikutip dari Anadolu, Kamis, (14/5/2026).
Kuil Surga sendiri merupakan kompleks tempat ibadah kuno yang dibangun sejak awal abad ke-15 pada era Dinasti Ming. Kuil itu jadi salah satu ikon sejarah penting di Beijing.
Kunjungan Trump dan Xi ke lokasi tersebut dilakukan usai keduanya menjalani pertemuan tertutup selama lebih dari dua jam.
Sebelumnya, Xi Jinping lebih dulu menyambut Trump lewat upacara kenegaraan di Balai Agung Rakyat. Anak-anak China terlihat mengibarkan bendera AS dan China ketika kedua pemimpin berjalan bersama memasuki lokasi acara.
Dalam pidato pembukaannya, Trump menunjukkan optimisme besar terhadap masa depan hubungan Washington dan Beijing.
Ia menyebut hubungan kedua negara berpotensi menjadi lebih baik dibanding sebelumnya.
Trump juga beberapa kali memuji kepemimpinan Xi Jinping serta perkembangan pesat China di bawah pemerintahannya.
Sementara itu, Xi Jinping menegaskan bahwa hubungan China dan AS seharusnya dibangun sebagai kemitraan, bukan rivalitas.
“Kita harus saling membantu untuk sukses, makmur bersama, dan menemukan cara yang tepat bagi negara-negara besar untuk bergaul di era baru,” ujar Xi.
Pertemuan kedua pemimpin turut membahas sejumlah isu sensitif global, mulai dari konflik Timur Tengah, Taiwan, perdagangan, hingga kebijakan tarif antara kedua negara.
KTT kali ini menjadi sorotan internasional karena merupakan kunjungan resmi pertama presiden AS yang sedang menjabat ke China sejak lawatan Trump pada 2017 lalu.
Di tengah memanasnya situasi geopolitik dunia, kemunculan Trump dan Xi di Kuil Surga dianggap sebagai pesan simbolis. Pesan itu soal jalur dialog antara dua kekuatan terbesar dunia masih terbuka.


