HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pertandingan perdana pekan lanjutan Women’s Pro Futsal League 2026 (WPFL 2026) di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung telah berakhir, Senin (11/5/2026).
Empat pertandingan yang tersaji sepanjang hari ini menyuguhkan tontonan kelas wahid, mulai dari runtuhnya rekor kemenangan sempurna penguasa klasemen, drama kartu merah, hingga hujan gol yang mendebarkan.
Berikut adalah rekapitulasi dan fakta menarik dari seluruh pertandingan yang berlangsung hari ini :
1. Tuan Rumah Berpesta Lewat Brace Maria Rosario
Laga pembuka hari ini menjadi panggung pembuktian tim tuan rumah, Mojang Bandung Bedas Futsal (MBB), yang sukses menundukkan Dragon Kuning Ladies (DRK) dengan skor 3-1. Penampilan agresif MBB dipelopori oleh Maria Wihelmina Rosario Padeng yang mencetak brace dan resmi dinobatkan sebagai Women of the Match (WOTM) atas kontribusi krusialnya memecah kebuntuan tim.
2. Drama Kartu Merah, NAM ABP dan Kebumen United Berbagi Poin
Tensi panas mewarnai duel NAM ABP Women (NAM) melawan Kebumen United Angels (KUA) yang berakhir imbang 1-1. Laga keras ini membuahkan dua kartu merah untuk kubu KUA. Skuad NAM berhasil terhindar dari kekalahan berkat gol penyeimbang di menit akhir babak pertama oleh Alya Ananda Hendrita, yang tampil impresif dan layak menyandang gelar WOTM pada laga ini.
3. Duel Raksasa Tak Terkalahkan Berakhir Sama Kuat
Laga Super Big Match yang paling dinanti antara Kuda Laut Nusantara Angels (KLA) dan MSP FC (MSP) berakhir antiklimaks dengan skor imbang 1-1. Meski gagal melanjutkan rekor kemenangan beruntun (win streak) 100% mereka, kedua tim bermain dengan determinasi tinggi. Fitri Rosdiana keluar sebagai WOTM usai mencetak gol penyelamat yang memastikan MSP FC terhindar dari kekalahan.
4. Capybara Angel Menang Dramatis atas Netic Ladies
Hujan tujuh gol dan drama kartu merah menutup hari pertama saat Capybara Angel (CBA) menundukkan Netic Ladies FC (NTC) dengan skor tipis 4-3. Syenida Meryfandina tampil sebagai pahlawan sekaligus pesakitan; meski harus diusir keluar lapangan di penghujung laga akibat kartu merah, sumbangsih brace mematikannya memastikan ia meraih gelar WOTM.


