HOLOPIS.COM, JAKARTA – Babak pamungkas Pro Futsal League (PFL) 2025/2026 dipastikan menjadi medan pertempuran taktis tertinggi. Empat kekuatan utama futsal tanah air telah mengunci posisi untuk bertarung dalam babak Semifinal yang menggunakan format dua leg pada 5 dan 7 Juni 2026 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Bagan Playoffs musim ini menyajikan peta persaingan yang sangat berimbang sekaligus penuh tensi. Sang pemuncak klasemen, Fafage Banua (1), dijadwalkan meladeni tantangan Cosmo JNE (4). Sementara di bagan lainnya, rivalitas sengit antara Blacksteel (2) dan Bintang Timur Surabaya / BTS (3) akan kembali tersaji untuk memperebutkan tiket ke partai puncak Grand Finals.
Berikut adalah rincian jadwal pertandingan Semifinal PFL 2025/2026 :
Leg 1 – Jumat, 5 Juni 2026
– 15.00 WIB: Blacksteel vs BTS
– 18.30 WIB: Fafage Banua vs Cosmo JNE
Leg 2 – Minggu, 7 Juni 2026
– 15.00 WIB: Fafage Banua vs Cosmo JNE
– 18.30 WIB: Blacksteel vs BTS
Peta Persaingan dan Peran Vital Pemain Kunci
Melihat konstelasi dari dua seri terakhir Regular Series, Fafage Banua melangkah ke Yogyakarta dengan modal lini serang yang sangat klinis. Kehadiran Mohammad Rizky Fauzan, yang baru saja menyabet gelar Man of the Match (MOTM) berkat torehan brace krusialnya di pekan-pekan akhir, kini kian mematikan dengan kontribusi vital dari Andarias Kareth yang tampil gemilang merusak konsentrasi pertahanan lawan. Kolaborasi ketajaman mereka, dipadukan dengan ketenangan anchor berpengalaman Sunny Rizky, menjadi ancaman nyata.
Namun, Cosmo JNE siap memberikan perlawanan sengit mengingat grafik performa mereka yang tengah menanjak. Cosmo dipastikan akan bertumpu pada daya juang sang kapten, Andri Kustiawan, serta Zehdi Insana Kamil—dua figur sentral yang secara bergantian sukses mencatatkan diri sebagai MOTM di seri penutup berkat kontribusi gol-gol penentu mereka.
Di sisi lain, bentrokan Blacksteel dan BTS diprediksi akan menjadi perang urat syaraf yang menguras fisik. Blacksteel memiliki daya ledak tinggi melalui kecepatan transisi dan keunggulan duel individu, di mana Wendy Brian terbukti menjadi motor pergerakan tim setelah tampil memukau dengan kelincahannya dan didapuk sebagai MOTM pada seri-seri akhir kompetisi.


