Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata, Donald Trump: Tidak Dapat Diterima

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Iran menolak proposal terbaru Amerika Serikat (AS) yang dianggap sama saja dengan menyerah.

Draft perdamaian itu turut menyerukan diakhirinya perang, penghapusan sanksi, serta pencabutan blokade laut.

Draf proposal terbaru Iran untuk perundingan dengan AS menyerukan penghentian segera konflik di semua lini. Draft itu sekaligus jaminan bahwa tidak akan ada lagi agresi terhadap Iran, dan pencabutan sanksi serta blokade laut AS.

“Proposal tersebut menyoroti perlunya segera mengakhiri perang, memberikan jaminan agar agresi terhadap Iran tidak terulang, dan beberapa isu lainnya dalam sebuah kesepakatan politik,” tulis laporan media seperti dikutip Holopis.com, Selasa (12/5).

Proposal tersebut juga menuntut jangka waktu 30 hari untuk mencabut sanksi AS terhadap penjualan minyak Iran, dan pelepasan aset Iran yang dibekukan setelah kesepakatan awal.

Menanggapi penolakan tersebut, Donald Trump sejurus kemudian semakin meradang.

- Advertisement -

“Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut sebagai Perwakilan Iran. Saya tidak menyukainya. sama sekali tidak dapat diterima,” tulis Trump di media sosialnya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, Iran perlu memperjelas bahwa pihaknya tidak berupaya memiliki senjata nuklir, yang dipandang Washington sebagai hal krusial untuk mencapai kesepakatan perdamaian.

Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak dilaporkan telah saling bertukar usulan rencana yang menguraikan syarat-syarat untuk mengakhiri konflik dengan dimediasi Pakistan.

Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai mulai berlaku pada 8 April, diikuti oleh perundingan antara delegasi Iran dan AS di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April yang berakhir tanpa kesepakatan. Setelah itu, AS memberlakukan blokadenya sendiri di selat tersebut.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU