HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung yang membebaskan tarif transportasi publik bagi 15 golongan masyarakat.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai terobosan penting dalam mewujudkan layanan transportasi publik yang inklusif, aman, dan ramah bagi seluruh warga.
Apresiasi tersebut disampaikan Wapres saat meninjau progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A lintas Utara–Selatan bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Selasa (12/5).
Kendati demikian, Gibran mengingatkan agar transportasi publik tidak hanya harus modern dan terintegrasi, tetapi juga mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan, ibu hamil, dan anak-anak.
“Saya sangat mengapresiasi terobosan inovasi dari Pak Gubernur terkait transportasi publik di Jakarta yang sekarang membebaskan tarif untuk 15 golongan. Ini luar biasa sekali, termasuk bagi lansia dan kaum difabel,” kata Gibran dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Ia menambahkan bahwa transportasi publik harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi semua pengguna.
“Yang paling penting sekali lagi aman dan nyaman untuk anak-anak, perempuan, ibu hamil, lansia, dan kaum difabel,” imbuhnya.
Gibran menilai kebijakan pembebasan tarif bagi 15 golongan masyarakat tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap aksesibilitas dan keadilan layanan publik.
Ia berharap langkah serupa dapat terus diperkuat seiring pengembangan sistem transportasi massal di Jakarta dan kawasan aglomerasi.
Selain mengapresiasi kebijakan tarif gratis, Wapres juga menyoroti pentingnya pembangunan ekosistem transportasi publik yang saling terhubung antara MRT, LRT, dan TransJakarta agar mobilitas masyarakat semakin mudah dan efisien.


