HOLOPIS.COM, JAKARTA – Proses identifikasi korban tragedi kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara masih berlangsung penuh tantangan. Kondisi jenazah yang hangus terbakar membuat tim forensik harus menempuh langkah khusus dengan mengirim sampel DNA ke laboratorium Mabes Polri.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan kini berpacu dengan waktu untuk memastikan identitas seluruh korban dapat segera diketahui dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, menjelaskan proses identifikasi mengalami hambatan serius. Kondisi itu karena korban mengalami luka bakar sangat parah setelah bus terbakar.
Menurutnya, sebagian besar tubuh korban sudah sulit dikenali karena luka bakar mencapai hampir seluruh bagian tubuh. Ia bilang seluruh korban mengalami luka bakar hingga 99 persen karena terbakar hangus.
“Sehingga tim DVI Polda Sumsel bersama Mabes Polri mengalami kesulitan mencocokkan identitas korban karena sebagian besar tubuh korban sudah tidak dapat dikenali,” kata Kombes Budi dikutip pada, Jumat, (8/5/2026).
Untuk mempercepat proses identifikasi, tim forensik kini melakukan seleksi sampel biologis terbaik yang masih memungkinkan diperiksa lebih lanjut. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium Mabes Polri guna dilakukan pencocokan DNA dengan keluarga korban.
“Kami sedang memilih sampel yang terbaik untuk dikirim,” jelas Kombes Budi.
Dari total 16 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, sebanyak 11 korban telah melalui proses pengambilan sampel DNA dari pihak keluarga.
Sementara itu, lima jenazah lainnya masih menunggu kedatangan keluarga agar proses identifikasi bisa segera dilanjutkan.
“Kami masih menunggu pihak keluarga dari lima jenazah ini untuk dilakukan pengambilan sampel,” kata dia.
Tragedi kecelakaan Bus ALS tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Proses identifikasi berbasis DNA kini menjadi harapan utama agar seluruh korban dapat segera dikenali meski kondisi jenazah mengalami kerusakan berat akibat kebakaran hebat.


