JAKARTA, HOLOPIS.COM – WHO memastikan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius bukan pandemi baru seperti Covid-19 meski sempat memicu kepanikan.
Wabah hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius memicu kepanikan publik internasional setelah sejumlah penumpang dilaporkan mengalami gejala infeksi dan harus dievakuasi menggunakan perlengkapan hazmat lengkap.
Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan situasi ini bukan awal pandemi baru seperti Covid-19.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh epidemiolog penyakit menular WHO, Maria van Kerkhove, dalam konferensi pers terbaru.
Ia menekankan bahwa pola penyebaran hantavirus sangat berbeda dibanding virus corona yang sempat melumpuhkan dunia pada 2020.
“Ini bukan Covid, ini bukan influenza. Cara penyebarannya sangat, sangat berbeda,” kata Maria van Kerkhove.
Menurut WHO, hantavirus tidak menyebar dengan mudah melalui udara seperti Covid-19.
Virus ini umumnya ditularkan melalui kontak dengan tikus yang terinfeksi, termasuk paparan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat tersebut.
Meski begitu, langkah pengamanan ketat tetap diterapkan di atas kapal MV Hondius.
Penumpang diminta memakai masker, sementara tenaga medis yang menangani pasien diwajibkan menggunakan alat pelindung diri tingkat tinggi.
Foto-foto petugas kesehatan mengenakan pakaian pelindung lengkap saat mengevakuasi pasien di Praia, Tanjung Verde, langsung viral di media sosial dan memicu kekhawatiran publik tentang kemungkinan munculnya pandemi baru.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, turut memberikan penjelasan terkait kasus tersebut.
Ia mengatakan risiko kesehatan masyarakat global saat ini masih tergolong rendah.
“WHO menilai risiko terhadap kesehatan masyarakat sebagai rendah,” ujar Tedros.
WHO mengungkapkan dua kasus pertama yang terkonfirmasi diketahui sempat melakukan perjalanan pengamatan burung ke Argentina, Chile, dan Uruguay.
Dalam perjalanan itu, mereka mengunjungi wilayah habitat spesies tikus yang diketahui membawa hantavirus.
Selain dua pasien awal, WHO juga menerima laporan mengenai sejumlah orang lain yang menunjukkan gejala serupa dan kemungkinan sempat melakukan kontak dengan penumpang kapal.
Kasus ini membuat nama MV Hondius mendadak menjadi sorotan dunia.
Kapal ekspedisi yang biasa digunakan untuk wisata kutub dan observasi alam liar itu kini menjadi pusat investigasi epidemiologi internasional.
Di media sosial, istilah “hantavirus” langsung trending dan memicu berbagai spekulasi.
Banyak pengguna internet membandingkan situasi tersebut dengan awal kemunculan Covid-19 di kapal pesiar pada 2020 lalu. .
Namun WHO meminta masyarakat tidak panik dan tidak menyamakan kedua kasus tersebut.
Pakar kesehatan menjelaskan hantavirus sebenarnya bukan virus baru.
Penyakit ini telah lama dikenal dan beberapa jenisnya ditemukan di wilayah Amerika Utara maupun Amerika Selatan.
Tingkat penularannya antar manusia juga jauh lebih rendah dibanding Covid-19.
Gejala infeksi hantavirus dapat berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan berat pada kasus tertentu.
Karena itu, otoritas kesehatan tetap melakukan pelacakan kontak dan pemantauan ketat terhadap seluruh penumpang serta kru kapal.
Hingga kini investigasi masih berlangsung untuk memastikan sumber paparan serta jumlah pasti kasus yang terkait wabah di MV Hondius.
WHO menegaskan fokus utama saat ini adalah pencegahan penularan dan perlindungan tenaga kesehatan di lapangan.



