JAKARTA, HOLOPIS.COM – Bakom RI soroti “Homeless Media” di New Media Forum 2026, publik kaget dengan daftar media baru yang masuk radar ekosistem digital.
Isu seputar Homeless Media kembali memanas setelah disebut dalam percakapan publik sebagai bagian dari New Media Forum 2026 yang dikaitkan dengan Bakom RI.
Yang membuat ramai, sejumlah nama media digital ini disebut-sebut sebagai “corong” dalam ekosistem komunikasi baru, meski hingga kini belum ada penegasan resmi terkait status tersebut.
Informasi yang beredar di media sosial berasal dari unggahan akun X (Twitter) @mesatu_, yang membagikan rangkuman presentasi terkait ekosistem media digital.
Unggahan itu kemudian ramai dibahas setelah turut ditanggapi oleh Uni Lubis (@unilubis), yang menyoroti isi forum serta narasi yang berkembang di publik.
Dalam daftar yang beredar luas, terdapat puluhan media digital dan komunitas kreatif yang masuk dalam kategori Homeless Media.
Nama-nama tersebut antara lain Folkative (folkative), Indozone (indozone.id), Dagelan (dagelan), Indomusikgram (indomusikgram), Infipop (infipop.id), Narasi (narasinewsroom), Muslim Vox (muslimvox.id), USS Feed (ussfeeds), Bapak-Bapak ID (bapak2id), Menjadi Manusia (menjadimanusia.id), GNFI (gnfi), dan Cretivox (cretivox).
Daftar berlanjut dengan Kok Bisa? (kokbisa), Taubatters (taubatters), Pandemic Talks (pandemictalks), Kawan Hawa (kawanhawa), Volix (volix.media), Ngomongin Uang (ngomonginuang), Big Alpha (bigalphaid), Good Stats (goodstats.id), Hai Dudu (hai.dudu), Proud Project (proud.project), VBiz (vbiz.co.id), serta Unframed (unframed.it).
Nama lain yang juga muncul antara lain Kumpul Leaders (kumpul.leaders), CXO Media (cxomedia), The Maple Media (themaplemedia), How to be Nothing (htbn.id), Everest Media (everestmedia.id), Geometry Media (geometrymedia), Vox Daily (vox.daily), Dream (dreamcoid), Melodi Alam (melodi.alam), NKSTHI (nksthi), Modestalk (modestalk.id), Leet Media (leet.media), Lead Media (lead.co.id), Nalar TV (redaksinalartv), Nodge+ (nodgeplus), hingga Mature Indonesia (mature.idn).
Isu ini kemudian menjadi viral setelah unggahan @mesatu_ menyinggung isi presentasi yang disebut membahas 15 poin ekosistem media baru, termasuk klaim adanya Narasi Newsroom yang telah “verified by Dewan Pers”.

Dari sini, muncul berbagai interpretasi publik yang mengaitkan daftar tersebut dengan peran strategis dalam ekosistem komunikasi digital pemerintah.
Di sisi lain, Uni Lubis (@unilubis) turut merespons perbincangan yang berkembang.
Ia menyoroti, forum tersebut pada dasarnya merupakan ruang diskusi mengenai perkembangan media baru dan ekosistem digital, bukan sekadar relasi formal dengan Bakom RI.
Dalam narasi yang beredar, ia juga menekankan bahwa para pelaku homeless media lebih tepat dipahami sebagai komunitas kreator yang sedang membangun new media summit secara independen.
Namun demikian, istilah “corong Bakom” yang muncul di ruang publik membuat diskusi semakin panas.
Sebagian pihak menilai hal itu sebagai bentuk pengakuan terhadap kekuatan media digital baru, sementara yang lain mempertanyakan batas antara independensi media dan kedekatan dengan institusi formal.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi yang menjelaskan secara detail posisi Homeless Media dalam struktur New Media Forum 2026 maupun kaitannya dengan Bakom RI.
Namun satu hal yang pasti, daftar ini telah memicu perdebatan luas tentang masa depan media digital di Indonesia, terutama soal peran, independensi, dan pengaruh dalam ruang informasi publik yang semakin terbuka.

