HOLOPIS.COM, JAKARTA – Figur Cristian Chivu kini menjadi sorotan utama sepak bola Eropa. Dalam musim debutnya sebagai pelatih tim senior Inter Milan, pelatih asal Rumania itu langsung mencetak sejarah dengan membawa Nerazzurri meraih Scudetto.
Keberhasilan ini bukan sekadar trofi. Tapi, juga sebagai penegasan bahwa Chivu adalah salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa saat ini.
Lahir pada 26 Oktober 1980, Chivu dikenal sebagai bek tangguh yang pernah memperkuat klub-klub besar seperti Ajax, AS Roma, dan Inter Milan. Chivu mencapai puncak kariernya bersama Inter, termasuk jadi bagian pilar dalam tim treble winner 2010 di era pelatih Jose Mourinho.
Sebagai pemain Inter, Chivu meraih tiga gelar Serie A bersama Nerazzuri. Pengalaman inilah yang kemudian membentuk filosofi kepelatihannya.
Dia memiliki pola kepelatihan yang menggabungkan disiplin taktik, mental juara, dan pemahaman ruang ganti.
Setelah pensiun pada 2014, Chivu tak langsung melompat ke level tertinggi. Ia memulai dari akademi Inter, melatih tim muda sebelum akhirnya dipercaya menangani Parma pada 2025.
Meski sempat diragukan karena minim pengalaman, Inter mengambil langkah berani. Manajemen La Beneamara menunjuk eks pemain Timnas Rumania itu sebagai pelatih utama pada 2025 menggantikan Simone Inzaghi. Keputusan itu awalnya dianggap ‘taruhan besar’.
Tapi, di musim perdana di tim senior Inter, Chivu justru menjawab keraguan dengan cara paling meyakinkan yakni trofi.
Di musim 2025/2026, Chivu langsung membawa Inter tampil dominan di Serie A. Inter dipastikan mengunci gelar scudetto usai kemenangan 2-0 atas Parma.
Poin dengan keunggulan poin yang tak terkejar rival terdekat, Napoli di sisa tiga pertandingan.
Chivu mengaku pernah melakukan beberapa hal sebagai pemain. Tapi, ia senang dengan pencapaian tim asuhannya.
Pun, ia mengapresiasi penggemar Inter yang selalu beri dukungan terhadap tim.
“Para pemain telah melakukan yang terbaik untuk bekerja keras, bangkit kembali, dan menemukan apa yang dibutuhkan untuk musim kompetitif yang baru,” kata Chivu, dikutip dari Football Italia, Senin, (4/5/2026).
Dia bilang scudetto ke-21 yang dicapai Inter merupakan sejarah gemilang klub. “Para pemain pantas mendapatkan pujian hari ini, mereka luar biasa,” tutur Chivu.
Kesuksesan Chivu bukan hanya soal taktik, tetapi juga pendekatan manusiawi. Ia mengaku banyak belajar dari pengalaman masa bermainnya, terutama dalam memahami dinamika tim.
Dalam laporan media internasional, Chivu menekankan pentingnya empati, komunikasi internal. Chivu selalu belajar dari kegagalan musim sebelumnya.
Secara taktik, pelatih 45 tahun itu membawa pendekatan agresif seperti pressing tinggi,
transisi cepat, dan kombinasi serangan tajam dan pertahanan disiplin



💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...