HOLOPIS.COM, JAKARTA – Inter Milan menutup musim 2025-2026 dengan cara yang nyaris sempurna. Nerazzurri resmi mengukuhkan diri sebagai penguasa sepak bola Italia usai menjuarai Coppa Italia setelah mengalahkan Lazio dengan skor 2-0 di partai final yang berlangsung di Stadio Olimpico, Rabu (13/5/2026) waktu setempat.
Keberhasilan itu melengkapi dominasi Inter musim ini setelah sebelumnya sukses mengunci gelar Serie A. Dua trofi domestik sekaligus memastikan La Beneamata meraih double winner dan menandai lahirnya era baru di bawah pelatih Christian Chivu.
Sejak awal pertandingan, Inter tampil agresif dan langsung mengambil kendali permainan. Tekanan tinggi yang diterapkan membuat Lazio kesulitan membangun serangan dan lebih banyak bertahan di area sendiri.
Gol pembuka Nerazzurri lahir pada menit ke-14 lewat gol bunuh diri bek Lazio asal Montenegro, Adam Marusic. Bermula dari serangan cepat di sisi kanan, umpan silang berbahaya ke kotak penalti gagal diantisipasi dengan sempurna hingga bola justru masuk ke gawang sendiri.
Unggul lebih dulu membuat Inter semakin pede menguasai laga. Dominasi penguasaan bola membuat tim asuhan Chivu terus menggempur pertahanan Lazio lewat kombinasi serangan cepat.
Keunggulan Inter akhirnya bertambah pada menit ke-35 melalui aksi kapten tim, Lautaro Martínez. Penyerang asal Argentina itu sukses memanfaatkan celah di lini belakang lawan sebelum melepaskan penyelesaian tajam yang gagal dihentikan kiper Lazio.
Gol Lautaro memastikan Inter menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman 2-0. Memasuki babak kedua, Lazio mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun lini pertahanan Inter tampil disiplin dan solid sehingga seluruh upaya lawan gagal menghasilkan gol.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-0 untuk kemenangan Inter Milan.
Trofi ini jadi Coppa Italia ke-10 dalam sejarah klub dan semakin mempertegas posisi Inter sebagai salah satu raksasa sepak bola Italia. Raihan tersebut juga membuat Nerazzurri kini hanya terpaut lima gelar dari Juventus yang masih menjadi tim tersukses di ajang Coppa Italia dengan 15 trofi.
Lebih dari sekadar trofi, keberhasilan Inter musim ini dianggap sebagai simbol kebangkitan Inter di bawah tangan dingin Christian Chivu. Double winner yang diraih menjadi pencapaian spesial karena sudah lama tidak dirasakan klub dalam beberapa musim terakhir.
Chivu pun mengaku bangga atas performa konsisten yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang musim.
“Inter memenangkan dua trofi musim ini, kami pantas mendapatkannya setelah kampanye yang bagus,” kata pelatih Inter Christian Chivu kepada Sport Mediaset.
Kesuksesan itu akan dirayakan besar-besaran oleh Inter bersama para pendukungnya. Klub dijadwalkan melakukan parade bus terbuka di jalanan Kota Milan pada Minggu mendatang usai menerima trofi Serie A setelah laga kontra Hellas Verona serta trofi Coppa Italia.
“Kami memenangkan Liga dan Coppa Italia, itu tidak pernah bisa dianggap remeh, jadi kami sangat senang,” lanjut pelatih asal Rumania itu.
Setelah sempat puasa gelar Coppa Italia sejak 2023, Inter kini kembali menegaskan diri sebagai kekuatan dominan di Italia. Musim 2025-2026 pun dipastikan bakal dikenang sebagai salah satu era paling sukses bagi La Beneamata.


