JAKARTA, HOLOPIS.COM – Influencer dan pegiat media sosial Zulfery Yusal Koto atau yang dikenal sebagai Ferry Koto menilai Presiden Prabowo Subianto tidak perlu merespons tudingan yang dilontarkan tak berdasar dari Ketua Majelis Syuro DPP Partai Ummat, Amien Rais.
Ferry menyebut, sikap diam Presiden bukan tanpa alasan, melainkan karena fokus pada pekerjaan pemerintahan yang padat. Ia juga menilai tudingan yang dilayangkan lebih bersifat personal ketimbang kritik terhadap kebijakan.
“Menurut saya, Presiden jelas tak punya waktu merespons hal-hal semacam tudingan Prof Amien tsb. Apalagi serangan yang sifatnya personal, bukan kritik atas kebijakan pemerintah,” ujar Ferry dalam pernyataannya, Minggu (3/5/2026).
Ia menggambarkan bahwa sejak peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei, Presiden Prabowo terus disibukkan dengan agenda kerja, termasuk rapat hingga larut malam di Hambalang Bogor Jawa Barat bersama sejumlah pejabat pada hari Sabtu, 2 Mei 2026.
“Lihat saja, dari sejak tanggal 1 Mei Presiden sibuk bekerja. Kemarin malah hingga tengah malam rapat di Hambalang. Juga ada Seskab Teddy, Chief Qodari, dan Chief Angga Raka,” katanya.
Ferry juga menyebut, aktivitas Presiden tetap berlanjut meski memasuki masa akhir libur panjang. Ia menilai kepala negara tetap memprioritaskan jalannya program pemerintah.
“Hari ini, saat kita menikmati hari terakhir long weekend, Presiden Prabowo malah masih sibuk memanggil pejabat ke Hambalang, rapat. Memastikan semua program pemerintah berjalan dengan baik. Dengar-dengar bakal sampai malam lagi,” lanjutnya.
Lebih jauh, Ferry memberikan saran kepada publik agar tidak menggunakan cara-cara yang dinilai tidak terhormat jika ingin mendapat perhatian Presiden, terutama dengan menyerang aspek personal.
“Saran saya, jika ingin dapat perhatian Presiden Prabowo, janganlah gunakan cara-cara tidak terhormat dengan menyerang personal. Apalagi hanya didasarkan desas-desus,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan kebebasan berekspresi secara bertanggung jawab, khususnya dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
“Mari manfaatkan kebebasan berekpresi ini dengan cara bertanggungjawab. Jika mau kritik pejabat pemerintah, maka kritik lah kebijakan, sikap atau langkahnya dalam menjalankan pemerintahan. Bukan menyerang kehormatan personalnya,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Ferry mengajak masyarakat untuk lebih dewasa dalam berdemokrasi dengan tetap menjunjung tinggi saling menghormati.
“Mari dewasa dalam berdemokrasi dengan tetap saling menghormati harkat dan martabat masing-masing,” pungkasnya.


