Makan Tengah Malam Bikin Gemuk? Ini Fakta yang Sering Disalahpahami

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Makan di malam hari sering dianggap sebagai penyebab utama kenaikan berat badan. Banyak orang menghindari makan setelah jam tertentu karena takut lemak akan “langsung menumpuk” saat tubuh beristirahat.

Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya tepat. Kenaikan berat badan sebenarnya lebih dipengaruhi oleh total asupan kalori harian, bukan semata-mata waktu makan. Meski begitu, makan tengah malam tetap bisa berdampak jika tidak dilakukan dengan bijak.

1. Bukan Waktunya, Tapi Total Kalori

Tubuh tidak secara otomatis menyimpan lemak hanya karena makan di malam hari. Yang lebih berpengaruh adalah jumlah kalori yang dikonsumsi sepanjang hari.

Penelitian dalam British Journal of Nutrition menunjukkan bahwa waktu makan memang berpengaruh terhadap metabolisme, tetapi peningkatan berat badan lebih berkaitan dengan kelebihan kalori secara keseluruhan.

2. Metabolisme Tidak “Berhenti” Saat Malam

Banyak yang percaya bahwa metabolisme tubuh berhenti saat tidur, sehingga makanan yang dikonsumsi di malam hari akan langsung menjadi lemak.

Faktanya, tubuh tetap bekerja saat tidur, termasuk dalam proses pencernaan dan pembakaran energi. Hanya saja, aktivitas fisik yang menurun membuat kebutuhan energi juga lebih rendah.

- Advertisement -

3. Pilihan Makanan yang Jadi Masalah

Makan tengah malam sering kali identik dengan makanan tinggi gula, lemak, dan garam. Contohnya camilan manis, gorengan, atau makanan instan.

Konsumsi jenis makanan ini dalam jumlah berlebih lebih berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan dibanding sekadar waktu makannya.

4. Bisa Ganggu Kualitas Tidur

Makan terlalu dekat dengan waktu tidur, terutama dalam porsi besar, dapat mengganggu kualitas tidur. Tubuh masih sibuk mencerna makanan saat seharusnya beristirahat.

Kondisi ini bisa membuat tidur tidak nyenyak dan berdampak pada energi keesokan harinya.

5. Berkaitan dengan Kebiasaan, Bukan Kebutuhan

Sering kali makan tengah malam bukan karena lapar, tetapi karena kebiasaan, stres, atau sekadar ingin ngemil. Jika tidak dikontrol, kebiasaan ini bisa menambah asupan kalori tanpa disadari dan berdampak dalam jangka panjang.

Makan di malam hari sebenarnya tidak selalu salah. Jika memang lapar, tubuh tetap perlu diberi asupan. Yang penting adalah memperhatikan porsi, jenis makanan, dan kebiasaan secara keseluruhan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU