Ulama asal Malang Raya ini pun menegaskan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada integritas pelaksana dan ketepatan kebijakan di lapangan. Ia mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar program ini dapat berjalan sesuai tujuan awalnya.
“Program ini sangat baik, tetapi harus dijalankan dengan tata kelola yang baik pula. Jika tidak, justru akan menimbulkan masalah baru dan menggerus kepercayaan publik,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, ia kembali menekankan pentingnya komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki pelaksanaan program MBG. Menurutnya, kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian agar kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kritik ini adalah bentuk dukungan. Kami ingin program MBG sukses, tetapi sukses yang berkualitas, aman, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkasnya.
Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program MBG (Makan Bergizi Gratis) adalah salah satu program yang sangat penting bagi anak-anak Indonesia. Sebab kata dia, gizi anak-anak Indonesia banyak yang kurang, bahkan berpengaruh pada tumbuh kembang mereka.
“MBG itu sangat penting untuk anak-anak kita, anak-anak kita banyak yang mengalami kurang gizi, badannya kecil, selnya tidak berkembang,” kata Prabowo saat pidato di puncak May Day 2026 yang diselenggarakan di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Dengan program ini, negara telah mengupayakan pengentasan masalah yang kompleks, baik dari aspek pemenuhan gizi untuk menunjang SDM (sumber daya manusia) yang unggul, serta mengatasi persoalan ekonomi di kalangan petani dan peternak.
“Dengan MBG ekonomi kita hidup di mana-mana. Rakyat butuh telur, rakyat butuh daging, rakyat buruh sayur, susu, ikan. Ekonomi kita hidup, petani-petani kita dapat penghasilan, uang ini semua beredar Indonesia tambah kuat, Indonesia tambah sejahtera,” pungkas Prabowo.



