HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir merendam sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas ringan hingga lebat selama 2-5 jam hingga menyebabkan banjir.
Lokasi terdampak yakni Kelurahan Lewoleba Utara, Timur dan Tengah di Kecamatan Nubatukan, serta Kelurahan Selandoro, Kecamatan Lebatukan.
“Sebanyak 141 kepala keluarga (KK) serta 141 unit rumah terdampak. Banjir juga menyebabkan pagar pengaman Kantor Bupati sepanjang 100 meter roboh,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (29/4).
Pemerintah setempat sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat dengan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur tentang Status Siaga Darurat bencana Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, Angin Siklon Tropis, Cuaca Ekstrem, Gelombang Pasang dan Abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak Desember 2025 sampai 8 Juni 2026.
Kondisi terkini, Abdul menyebut bahwa banjir masih belum sepenuhnya surut dan masih dilakukan pendataan.
Sementara itu, cuaca di Indonesia umumnya masih didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Abdul kemudian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang. Masyarakat diminta menjauhi pohon atau struktur yang berpotensi roboh atau tumbang, seperti papan reklame dan bangunan rapuh.
“Bersihkan saluran air di sekitar rumah bebas dari sampah agar aliran air lancar dan tidak menyebabkan genangan atau banjir,” imbaunya.

