HOLOPIS.COM, JAKARTA – Borneo FC sukses mencuri kemenangan krusial atas Persik Kediri dalam duel sengit Super League di Stadion Brawijaya, Rabu (29/4). Kemenangan tipis 1-0 itu bukan sekadar tiga poin, melainkan kudeta puncak klasemen dari tangan Persib Bandung.
Sejak peluit awal dibunyikan wasit asal Jepang Yudai Yamamoto, tensi pertandingan sudah terasa tinggi. Tuan rumah tampil menggigit dengan tekanan agresif yang langsung menguji ketangguhan lini belakang Borneo.
Dalam 15 menit pertama, Persik hampir membuka keunggulan. Dua peluang emas tercipta, namun satu berhasil digagalkan gemilang oleh kiper Nadeo Argawinata. Sementara, satu lainnya hanya membentur mistar sehingga membuat stadion bergemuruh sekaligus menahan napas.
Borneo sempat kesulitan keluar dari tekanan. Baru pada menit ke-20, serangan balik cepat membuka peluang lewat gelandang asal Argentina, Mariano Peralta. Namun, masih mampu diantisipasi oleh bek sayap Persik, Rezaldi Hehanussa.
Hujan deras yang mengguyur lapangan mengubah jalannya pertandingan. Permainan menjadi lebih keras dan cepat.
Borneo yang mengincar kemenangan mulai berani keluar menyerang. Tim asal Kalimantan itu coba memecah dominasi tuan rumah.
Memasuki babak kedua, tim asuhan Fabio Lafundes tampil jauh lebih agresif. Tekanan demi tekanan yang dilakukan Borneo akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-57.
Sepakan tajam penyerang Borneo asal Spanyol, Koldo Obieta sukses merobek gawang Persik dan mengubah skor menjadi 1-0.
Gol tersebut justru memicu ketegangan di tribun. Sejumlah suporter Persik tersulut emosi hingga mencoba masuk ke lapangan dengan menjebol pagar.
Pertandingan sempat terhenti lebih dari dua menit sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan.
Setelah laga dilanjutkan, Persik tampil habis-habisan. Serangan demi serangan dilancarkan. Hal itu termasuk peluang emas satu lawan satu yang kembali digagalkan Nadeo.
Kontroversi sempat muncul pada menit ke-75 saat Rivaldo Pakpahan melakukan handball. Wasit akhirnya mengecek VAR. Tapi, dari hasil pengecekan, wasit memutuskan tidak ada penalti karena bola lebih dulu memantul ke tanah sebelum mengenai tangan.
Lapangan yang semakin licin akibat hujan membuat duel semakin sulit dikontrol. Beberapa pemain Persik bahkan tergelincir di momen krusial di depan gawang.
Di sisi lain, Borneo memilih bermain lebih disiplin dan bertahan demi mengamankan keunggulan.
Hingga peluit panjang dibunyikan setelah sembilan menit injury time, skor tetap tak berubah. Borneo FC keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0.
Kemenangan tipis itu cukup untuk membawa mereka ke puncak klasemen, menggusur Persib Bandung dalam persaingan yang semakin panas.

