Oposisi Israel Siap Dongkel Posisi Benjamin Netanyahu

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid dan mantan perdana menteri (PM) Israel Naftali Bennett resmi mendeklarasikan diri maju bersama dalam pemilihan umum (pemilu) tahun ini.

Dalam deklarasinya pada Minggu (26/4), kedua pasangan ini bertekad untuk menggeser PM petahana Benjamin Netanyahu.

Lapid, ketua partai politik sentris Yesh Atid, dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa langkah itu bertujuan untuk menyatukan blok.

“Langkah itu juga untuk mengakhiri perpecahan internal, dan memfokuskan seluruh upaya guna memenangkan pemilu mendatang yang sangat krusial,” kata Lapid dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.

Lapid dan Bennett, seorang tokoh sayap kanan yang mendukung permukiman di Tepi Barat, pernah menjabat sebagai PM Israel melalui skema rotasi dalam pemerintahan koalisi dari Juni 2021 hingga Desember 2022.

Koalisi tersebut mengakhiri masa pemerintahan Netanyahu yang berkuasa selama 12 tahun berturut-turut dan menandai pertama kalinya sebuah partai Arab independen, Ra’am, secara resmi bergabung dalam sebuah koalisi Israel.

- Advertisement -

Netanyahu kembali menjabat pada Desember 2022 melalui pemilu awal (snap election), dengan memimpin apa yang oleh para kritikus disebut sebagai pemerintahan paling berhaluan kanan dalam sejarah Israel, yang terdiri dari partai-partai sayap kanan dan ultra-Ortodoks.

Sejak itu, Lapid menjabat sebagai pemimpin oposisi, sementara Bennett memilih untuk rehat dari dunia politik.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU