HOLOPIS.COM, JAKARTA – Polemik antara perempuan asal Lombok, Hilda, dengan penjahit Sintya Tailor di Badung, Bali, kembali menjadi perhatian publik. Perselisihan yang sempat berakhir damai pada Juli 2026 itu kembali ramai setelah rekaman proses mediasi beredar di media sosial pada Kamis (13/8/2026).
Video yang diunggah ulang oleh akun Instagram Rumpi Gosip tersebut memperlihatkan suasana mediasi yang dihadiri anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna. Dalam rekaman itu, Arya terlihat memberikan sejumlah pertanyaan kepada Hilda terkait persoalan yang sebelumnya viral.
Pernyataan Arya soal Keluarga Penjahit Jadi Sorotan
Salah satu bagian yang paling banyak diperbincangkan adalah ketika Arya menyinggung kemungkinan usaha Sintya Tailor terdampak apabila persoalan tersebut berlanjut. Ia juga mempertanyakan kondisi keluarga pasangan penjahit yang disebut masih menggantungkan penghasilan dari usaha tersebut.
“Si bapak ibu ini sama-sama penjahit lho, anaknya masih sekolah. Kalau ditutup, mau enggak kasih makan?” ujar Arya dalam rekaman yang beredar.
Arya juga menyampaikan bahwa pihak keluarga penjahit memiliki hak untuk menempuh jalur hukum apabila merasa dirugikan oleh penyebaran video. Ia menyinggung kemungkinan pelaporan berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), meski kedua pihak sebelumnya telah menyatakan berdamai.
Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi beragam dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial menilai suasana dalam video tampak membuat Hilda berada dalam posisi tertekan. Namun, penilaian tersebut merupakan respons publik terhadap rekaman yang beredar, bukan putusan resmi mengenai adanya intimidasi dalam proses mediasi.
Perselisihan Hilda dan Ni Made Tiadnyani alias Bu Sintya sebelumnya mencuat pada awal Juli 2026. Hilda mengaku menitipkan tiga potong pakaian untuk dikecilkan dan mendapatkan tenggat penyelesaian pada 1 Juli. Namun, pakaian tersebut disebut belum selesai hingga batas waktu yang disepakati dan kembali mengalami penundaan.
Setelah pengerjaan baru selesai pada 3 Juli, Hilda merasa dirugikan dan meminta uang yang telah dibayarkan dikembalikan. Perselisihan kemudian terjadi dan Bu Sintya dalam video yang beredar diduga melontarkan pernyataan yang menyinggung latar belakang suku pelanggan.
Kasus tersebut kemudian viral dan Bu Sintya menyampaikan permintaan maaf. Ia menyebut ucapan tersebut terlontar secara spontan karena terbawa emosi saat terjadi perselisihan dengan pelanggan.
Sempat Berdamai di Polsek Abiansemal
Pada Minggu (19/7/2026), kedua pihak menjalani mediasi di Polsek Abiansemal. Pertemuan tersebut turut dihadiri Arya Wedakarna dan difasilitasi kepolisian sebagai upaya menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Kedua pihak kemudian sepakat berdamai.
Hilda juga menyatakan telah memaafkan Bu Sintya setelah proses mediasi. Namun, beredarnya kembali rekaman tersebut membuat kasus yang sebelumnya dinyatakan selesai secara kekeluargaan kembali menjadi perbincangan publik.



