HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI AL terus meningkatkan kesiapan tempur melalui pelatihan intensif di satuan operasional. Salah satunya dilakukan awak KRI Teluk Sibolga-536 yang menggelar pembekalan teori prosedur penembakan meriam kaliber 25 mm saat sandar di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta, Rabu, kemarin.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemampuan tempur yang difokuskan pada peningkatan profesionalisme prajurit dalam mengoperasikan sistem persenjataan kapal.
Materi yang diberikan mencakup seluruh tahapan penting, mulai dari persiapan, proses pengoperasian, hingga prosedur pengamanan setelah penembakan. Penekanan juga diberikan pada koordinasi antar personel agar setiap langkah berjalan sesuai standar operasional.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan tempur guna meningkatkan profesionalisme prajurit dalam pengoperasian sistem persenjataan kapal,” demikian keterangan Dinas Penerangan TNI AL dikutip pada Kamis, (23/4/2026).
Dinas Penerangan TNI AL menjelaskan metode pelatihan dilakukan secara interaktif melalui pemaparan teori yang dipadukan dengan diskusi. Pendekatan ini dinilai efektif untuk memperdalam pemahaman prajurit terhadap aspek teknis sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi latihan maupun operasi di laut.
Selain itu, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam pembekalan ini. Seluruh personel diingatkan untuk selalu mematuhi prosedur keamanan demi mencegah risiko kecelakaan saat pengoperasian meriam.
“Prajurit diingatkan untuk selalu mematuhi prosedur keamanan guna mencegah terjadinya kecelakaan serta menjaga keselamatan personel dan material,” lanjut keterangan Dinas Penerangan TNI AL.
Melalui pelatihan ini, KRI Teluk Sibolga-536 menegaskan komitmennya dalam membentuk prajurit yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga disiplin dan siap operasional dalam mendukung setiap misi TNI AL.

