HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan belum ada kerangka waktu untuk mengakhiri konflik antara AS-Israel dan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu (22/4), di tengah ketidakpastian terkait kelanjutan gencatan senjata dan proses diplomasi.
Trump menegaskan bahwa tidak ada tekanan waktu dalam memperpanjang gencatan senjata maupun memulai kembali pembicaraan damai yang saat ini tertunda.
“Tidak ada tekanan waktu,” ujar Trump, dikutip Holopis.com, Kamis (23/4).
Ia juga membantah anggapan bahwa keputusan terkait konflik dipengaruhi oleh kepentingan politik domestik, termasuk pemilihan paruh waktu.
“Orang-orang mengatakan saya ingin segera mengakhirinya karena pemilihan paruh waktu, itu tidak benar,” kata Trump.
Sebelumnya, Trump sempat menyebut konflik tersebut diperkirakan berlangsung selama empat hingga enam pekan sejak dimulai pada 28 Februari.
Pada Selasa (21/4), Trump mengatakan akan memperpanjang gencatan senjata selama dua pekan yang dijadwalkan berakhir pada Rabu malam waktu setempat. Langkah ini diambil untuk memberi waktu tambahan bagi Iran menyusun proposal terpadu sebagai dasar negosiasi lanjutan.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa hingga kini belum ada tenggat waktu yang ditetapkan untuk menerima proposal dari Iran.
“Pada akhirnya, jangka waktu akan ditentukan oleh panglima tertinggi,” ujarnya kepada wartawan.
Sementara itu, laporan media AS Axios menyebut Trump mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama tiga hingga lima hari tambahan, mengutip tiga pejabat AS.
Di sisi lain, dinamika internal Iran juga disebut memengaruhi proses negosiasi. Komandan Korps Garda Revolusi Islam Ahmad Vahidi dilaporkan menolak sebagian besar poin yang sebelumnya dibahas oleh negosiator Iran dalam putaran pertama pembicaraan dengan AS di Pakistan awal bulan ini.
Kondisi ini semakin memperlihatkan bahwa jalur diplomasi masih menghadapi tantangan, di tengah upaya kedua pihak untuk menahan eskalasi konflik lebih lanjut.


