HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, ke Istana Kepresidenan pada Selasa, (22/4). Kedatangan Dudung sempat memunculkan spekulasi adanya pembahasan strategis.
Pertemuan yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, itu disebut menjadi ruang konsultasi penting, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia.
Dudung menyampaikan, sebagai penasihat, dirinya memang kerap diminta memberikan pandangan langsung kepada Presiden.
“Saya kan penasihat Presiden, tentunya mungkin ada hal-hal yang beliau minta saran masukan. Biasanya beliau kan suka minta saran masukan dari kita sebagai penasihat,” kata Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (21/4/2026).
Dalam pernyataannya, Dudung mengisyaratkan bahwa pembahasan tidak hanya terbatas pada isu domestik, tetapi juga mencakup perkembangan internasional yang sedang memanas.
“(Isu) nasional dan internasional,” ujarnya.
Dia bilang undangan pertemuan disampaikan melalui ajudan Presiden pada Senin malam, dengan jadwal pertemuan berlangsung keesokan harinya pukul 15.00 WIB.
Meski belum merinci isi pembahasan, Dudung mengaku sudah menyiapkan sejumlah poin penting untuk disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo.
Salah satu isu yang berpotensi menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang tengah menjadi sorotan dunia.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia terus memantau situasi global yang berpotensi berdampak pada stabilitas kawasan dan kepentingan nasional.
Dudung mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut bersifat terbatas. Ia menyebut dirinya sebagai satu-satunya penasihat yang dijadwalkan hadir, tanpa keterlibatan menteri lain.
“Setahu saya penasihat cuma saya sendiri,” ujar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2021–2023 itu.

