Sidak Senyap KSAL: Uji Tempur Dadakan Marinir Berubah Jadi Simulasi Perang Nyata

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tanpa pemberitahuan, tanpa protokol, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, datang langsung menguji kesiapan tempur prajurit Korps Marinir di Markas Komando Pasmar 1, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (12/04).

Dari keterangan Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal), sidak ala KSAL yang dilakukan secara senyap menjadi bagian dari strategi untuk melihat kondisi riil di lapangan. Hal itu khususnya pada momen hari libur—saat kewaspadaan biasanya menurun.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya karena suasana tenang mendadak berubah menjadi situasi siaga penuh.

Minggu pagi yang semula normal berubah drastis saat sirine meraung keras. Simulasi ancaman udara langsung diaktifkan. Kondisi itu menggambarkan adanya infiltrasi pasukan tak dikenal yang melintas di atas wilayah markas.

Tanpa briefing sebelumnya, seluruh prajurit dipaksa merespons cepat seperti dalam kondisi tempur sesungguhnya.

Operasi Senyap Kopaska

Uji kesiapan ini semakin kompleks dengan dilibatkannya satuan elite TNI AL, yakni Kopaska, sebagai unsur penyerang.

- Advertisement -

Tim sabotase melakukan infiltrasi senyap sejak dini hari, bersembunyi hingga waktu serangan yang telah ditentukan. Targetnya dengan melakukan scenario simulasi penculikan terhadap pejabat Korps Marinir.

Aksi ini menguji tidak hanya kesiapan fisik. Tapi, juga ketajaman intelijen dan koordinasi antar satuan.

Pun, simulasi berlanjut dengan dukungan udara menggunakan pesawat King Air yang berperan sebagai unsur penyerang. Pada pukul 08.15 WIB, operasi memasuki fase intens dengan kehadiran helikopter yang melakukan manuver pendekatan dan hover di atas Gedung Cakra.

Namun, skenario tidak berjalan mulus bagi pihak penyerang. Respons cepat dari pertahanan udara Marinir membuat upaya ekstraksi tersebut gagal total.

Selanjutnya, upaya pelarian melalui jalur darat menggunakan kendaraan taktis juga berhasil digagalkan. Prajurit Marinir menunjukkan kesiapan tempur dengan penggelaran posisi strategis (steling) yang efektif.

Tim sabotase yang membawa sandera akhirnya berhasil dihentikan di pos penjagaan.

KSAL Laksamana Ali juga menyaksikan langsung seluruh dinamika itu mulai dari infiltrasi, serangan, hingga respons pertahanan.

Dia menekankan kesiapsiagaan adalah kunci utama kekuatan Angkatan Laut yang profesional, modern, dan tangguh.

“Sidak ini merupakan bentuk evaluasi nyata agar setiap satuan selalu dalam kondisi siap tempur, baik personel maupun material, tanpa mengenal waktu,” kata KSAL Laksamana Ali, dalam keterangan Dispenal dikutip pada Senin, (13/4/2026).

Sidak yang dilakukan KSAL juga menegaskan bahwa kesiapan tempur tak bisa hanya diuji melalui latihan terjadwal. Justru dalam situasi tak terduga, kemampuan sebenarnya sebuah satuan akan terlihat.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU