HOLOPIS.COM, JAKARTA – Terapi ikan atau fish spa adalah sebuah teknik perawatan tradisional yang melibatkan interaksi langsung antara kulit manusia dengan ikan kecil yang dikenal sebagai Garra rufa atau ikan dokter. Terapi ini biasanya dilakukan di kolam atau akuarium yang airnya dijaga kebersihan dan suhunya. Dalam beberapa tahun terakhir, terapi ikan semakin populer di berbagai negara karena dianggap dapat membantu relaksasi dan perawatan kesehatan tertentu.
Meski terlihat sederhana dan menyenangkan, terapi ikan memiliki manfaat sekaligus risiko yang perlu dipahami sebelum dicoba. Berikut ini beberapa risiko serta manfaat dari terapi ikan yang wajib dipahami, dikutip Holopis.com dari Alodokter Kementerian Kesehatan RI.
Manfaat Terapi Ikan
1. Eksfoliasi Alami Kulit
Salah satu manfaat yang sering disebut adalah kemampuan terapi ikan membantu mengangkat sel kulit mati secara alami. Ketika ikan-ikan kecil memakan kulit mati, lapisan kulit menjadi lebih halus dan tampak lebih cerah.
2. Relaksasi dan Pengurangan Stres
Sensasi ikan-ikan kecil yang menggeliat di kaki atau tangan dapat memberi efek relaksasi tersendiri. Banyak orang merasakan rasa nyaman dan rileks setelah menjalani sesi terapi ikan, mirip dengan sensasi refleksi atau pijat ringan.
3. Membantu Sirkulasi Darah Lokal
Proses interaksi ikan dengan kulit bisa merangsang aliran darah di area yang digigit ringan, misalnya pada kaki atau tangan. Peningkatan sirkulasi lokal ini berpotensi memberi sensasi hangat dan membantu mengurangi kelelahan pada area tersebut.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Selain memiliki manfaat seperti relaksasi dan eksfoliasi alami kulit, tetapi ikan juga memiliki risiko yang wajib diperhatikan antara lain:
1. Risiko Infeksi Kulit
Salah satu risiko utama terapi ikan adalah infeksi kulit akibat kuman atau bakteri yang mungkin hidup dalam air kolam. Walau ikan-ikan itu sendiri tidak berbahaya, kondisi air yang kurang higienis atau ikan yang tidak dirawat dengan baik dapat menjadi media penularan bakteri.
2. Tidak Cocok untuk Kulit Sensitif atau Luka Terbuka
Terapi ikan tidak dianjurkan bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, iritasi, luka terbuka, dermatitis, eksim, atau kondisi kulit lain yang rentan. Interaksi ikan dengan kulit yang sedang bermasalah dapat memperparah iritasi atau menyebabkan infeksi.
3. Kurangnya Bukti Ilmiah Medis
Meskipun terapi ikan banyak dipromosikan sebagai teknik relaksasi atau perawatan kulit, bukti ilmiah medis yang memadai masih terbatas. Efektivitas terapi ikan untuk tujuan medis tertentu belum cukup didukung oleh penelitian klinis yang kuat, sehingga manfaatnya lebih banyak berdasarkan pengalaman pengguna atau tradisi saja.
4. Risiko Alergi atau Reaksi Kulit
Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi atau iritasi kulit setelah menjalani terapi ikan. Reaksi dapat berupa gatal, kemerahan, atau peradangan ringan pada area yang mengalami kontak langsung dengan ikan.
Untuk meminimalkan risiko, pastikan kamu memilih fasilitas yang memastikan kebersihan kolam dan perawatan ikan yang baik, kemudian pastikan kondisi kulit bebas luka terbuka atau iritasi, serta konsultasikan ke dokter jika memiliki riwayat alergi atau kulit sensitif sebelum menjalani terapi.
Hentikan sesi terapi jika muncul gejala tidak nyaman seperti gatal, nyeri, atau ruam
Terapi ikan dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan memberikan sensasi relaksasi serta eksfoliasi kulit alami. Namun, penting untuk menyadari bahwa terapi ini juga memiliki risiko, terutama terkait infeksi kulit, iritasi, atau alergi.


