HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berharap masyarakat tidak terbuai dengan kondisi pasokan BBM di Indonesia saat ini.
Meski dianugerahi sumber daya alam yang melimpah, Presiden Prabowo mengajak masyarakay untuk tetap mau mengkoreksi diri.
“Kita tidak boleh jadi bangsa yang terlalu santai. Mari kita koreksi diri kita. Bangsa kita terlalu banyak diberikan oleh yang Maha Kuasa,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (8/4).
“Sehingga kita ini ya kan kumaha engke, bukan engke kumaha. Kumaha ngeke,” imbuhnya.
Presiden Prabowo pun menyinggung ucapan dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai pasokan BBM di Indonesia. Kendati demikian, Presiden Prabowo kembali menegaskan agar masyarakat tidak bersikap santai.
“Tenang saja. Pak Bahlil bilang aman, jadi tenang. Aman tidak berarti kita tenang-tenang, santai-santai, tidak. Kita bekerja, kita waspada,” tegasnya.
Presiden Prabowo Subianto kemudian memastikan bahwa pihaknya akan terus mempertahankan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk rakyat kecil.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo setelah menerima laporan dari para pembantunya bahwa pasokan BBM dalam negeri telah cukup aman.
“Mereka laporkan, ‘Pak, tenang. Untuk BBM yang bersubsidi, kita akan pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita’,” ujarnya.
Kendati demikian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa subsidi tersebut bukan untuk masyarakat yang mempunyai perekonomian yang cukup.
“Tapi, pada saatnya yang orang-orang kuat, orang-orang kaya, ya kalau mau pakai bensin yang mahal ya dia harus bayar harga pasar,” tegasnya.
“Lo udah kaya, minta subsidi lagi. Ya enggak lah, yang kita bela rakyat miskin,” tandasnya.

