Demokrat Serang Trump: Gertakan Konyol ke Iran, Putus Asa Cari Jalan Keluar

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghentikan serangan ke Iran di detik-detik terakhir bukan hanya mengejutkan dunia. Tapi, juga memicu gelombang reaksi di dalam negeri Paman Sam.

Dalam hitungan jam, situasi berubah drastis. Dari ancaman Trump menghancurkan seluruh peradaban Iran menjadi kesepakatan gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan.

Bagi banyak politisi dan warga AS, keputusan Trump bukan sekadar langkah diplomasi. Tapi, tanda bahwa Trump mundur di bawah tekanan besar.

Kesepakatan diumumkan hanya sekitar 90 menit sebelum tenggat waktu yang ditetapkan sendiri oleh Trump untuk melancarkan serangan besar ke infrastruktur Iran.

Dalam pernyataannya, Trump menulis melalui akun media sosialnya bahwa AS sepakat gencatan senjata selama dua pekan

“Dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN LENGKAP, SEGERA, dan AMAN Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump, dikutip pada Rabu, (8/4/2026).

Sebelumnya, Trump mengeluarkan ancaman ekstrem dengan siap melenyapkan seluruh peradaban akan mati malam ini.

Pernyataan tersebut langsung menuai kecaman luas, termasuk dari tokoh agama seperti Paus Leo.

Selat Hormuz Jadi Kunci

Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran menyatakan akan membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz selama dua minggu.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa jalur tersebut akan tetap berada di bawah pengawasan militer Iran.

Langkah ini menjadi kompromi penting untuk mencegah lonjakan krisis energi global sekaligus membuka ruang negosiasi lanjutan.

Keputusan Trump justru memicu badai politik di Washington terutama dari kubu oposisi. Pemimpin mayoritas Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, menyindir keras Trump yang seperti putus asa mencari jalan keluar.

“Saya senang Trump mundur dan dengan putus asa mencari jalan keluar apa pun dari gertakannya yang konyol,” tutur Schumer.

Sebelumnya, Schumer menyebut Trump sebagai orang yang sangat sakit karena melakukan melancarkan “perang pilihan yang sembrono”

Tekanan semakin meningkat ketika sejumlah tokoh Demokrat, termasuk Nancy Pelosi, menyerukan pemecatan Trump melalui pemakzulan atau Amandemen ke-25.

Anggota DPR progresif Alexandria Ocasio-Cortez tetap mendesak pemecatan terhadap Trump. Meskipun sudah ada gencatan senjata yang diumumkan Trump.

“Kita tidak bisa lagi mempertaruhkan dunia maupun kesejahteraan bangsa kita.”

Adapun pemimpin Demokrat DPR Hakeem Jeffries menyebut perilaku Trump yang tak terkendali. Dia bilang Trump tak pantas sebagai presiden, dan tak bermoral.

Ia menambahkan bahwa rakyat AS menentang perang ke Iran. “Rakyat Amerika sangat menentang perang pilihan yang gegabah ini,” sebut Jeffries.

Tak semua pihak mengecam Trump. Sejumlah tokoh Partai Republik justru mendukung langkah Trump. Senator Rick Scott menyebutnya Langkah Trump kuat sebagai fase pertama perdamaian. “Langkah pertama yang kuat untuk meminta pertanggungjawaban Iran,” ujar Scott.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Dani Yoga
Tim Penulis & Editor
Dani Yoga
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU