Wapres Gibran Dorong Digitalisasi Pembelajaran Interaktif di Wilayah 3T

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan di tengah laju perubahan zaman.

Hal itu disampaikan Gibran saat melepas peserta Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital di Istana Wakil Presiden, Jakarta pada Kamis (2/4). Dimana kegiatan ini selaras dengan pandangan Presiden mengenai digitalisasi pembelajaran sebagai langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta daerah dengan keterbatasan layanan. Pendekatan ini diharapkan mendorong pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

- Advertisement -

“Perkembangan teknologi sangat cepat. Karena itu, kita harus bergerak bersama untuk mengatasi kesenjangan pendidikan,” kata Gibran dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.

Mantan Wali Kota Solo itu mengingatkan bahwa transformasi digital harus beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu memberi dampak nyata.

- Advertisement -

“Pemanfaatan teknologi harus meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru. Gunakan secara bijak dan bertanggung jawab, serta terus kembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah agar kita tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga inovator,” pintanya.

Wapres menambahkan bahwa digitalisasi pendidikan bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan perubahan cara berpikir dan cara belajar dalam menyiapkan masa depan.

Gibran kemudian menyempatkan diri untuk berdialog dengan peserta dari berbagai daerah, mulai dari Papua hingga Sumatera Utara, untuk menggali latar belakang, pengalaman, dan lokasi penugasan mereka.

Salah satu peserta, Theresia Rutisu dari Sorong, Papua Barat, yang akan bertugas di Merauke, menyampaikan komitmennya untuk kembali mengabdi di wilayah 3T. Lulusan magister dari Swiss Hotel Management School, Swiss ini menekankan pentingnya berbagi pengalaman bagi generasi muda di daerah asalnya.

“Saya menekankan kata ‘pengabdian’. Saya ingin berbagi pengalaman kepada anak-anak di daerah 3T, karena saya juga berasal dari sana. Saya ingin mereka tidak pernah berhenti bermimpi,” ungkapnya.

Gibran kemudian kembali menekankan pentingnya inovasi metode pembelajaran, khususnya di wilayah 3T, agar proses belajar lebih efektif dan menyenangkan dengan dukungan teknologi.

“Jika pembelajaran terasa membosankan, kita harus menemukan metode yang lebih menarik. Semua harus bisa dibuat menyenangkan. Apalagi saat ini tersedia interaktif panel dari Bapak Presiden. Saya berharap teman-teman dapat membantu mengenalkan dan mendampingi pemanfaatannya,” tuturnya.

Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mempercepat digitalisasi pembelajaran di wilayah 3T dan daerah khusus. Melalui program ini, alumni LPDP berperan sebagai “Pejuang Digital” yang akan mendampingi para guru dalam pemanfaatan teknologi serta penguatan pembelajaran berbasis digital di sekolah.

Sebanyak 150 alumni LPDP akan ditugaskan di 150 sekolah dasar di Sumedang, Kupang, Halmahera Utara, dan Merauke selama tiga bulan. Program ini diharapkan mendorong terbentuknya ekosistem pembelajaran digital yang inklusif dan berkelanjutan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru