HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI (Tentara Nasional Indonesia) mengakui bahwa insitusinya kembali harus kehilangan dua prajuritnya yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Dalam siaran pers TNI, serangan tersebut terjadi pada Senin (30/3) di Lebanon Selatan, atau berjarak 24 jam terakhir dari insiden sebelumnya.
Berdasarkan laporan dari daerah Penugasan insiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).
“Mereka dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1,” isi siaran pers TNI seperti dikutip Holopis.com, Selasa (31/3).
Di tengah tingginya eskalasi, ledakan pada kendaraan yang sedang ditumpangi mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Selain itu, dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.
“Mereka sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon,” ujarnya.
Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi. Selain itu, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di daerah misi Lebanon.
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan dua prajurit TNI gugur di Lebanon Selatan saat sedang melakukan tugas pengawalan pasukan UNIFIL
“Insiden di wilayah Lebanon Selatan yang berdampak pada personel Satgas TNI yang sedang melaksanakan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL,” kata Rico dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
Namun demikian, Rico tidak menjelaskan secara rinci penyebab gugurnya dua personel TNI itu. Beredar kabar bahwa dua personel tersebut gugur saat sedang mengawal rombongan pasukan yang ingin menjemput jenazah prajurit UNIFIL lainnya.
“Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur. Sementara, dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut,”
Hingga saat ini, Kemenhan masih berkoordinasi dengan UNIFIL guna memastikan keselamatan para prajurit yang bertugas di Lebanon.
“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan TNI terus melakukan koordinasi erat dengan markas besar UNIFIL guna memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban,” jelas Rico.
Dengan adanya dua korban ini, tercatat total ada tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas misi perdamaian di Lebanon.


