Rudal Iran Bikin Israel Hancur, Netanyahu Geram Targetkan Bunuh Komandan IRGC

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu geram dengan militer Iran yang terus mengirim rudal balistik sehingga kota-kota di negara itu hancur porak poranda. Netanyahu pun mengancam bakal memburu para petinggi militer Iran.

Netanyahu menyebut pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai ancaman serius dan tidak segan menggunakan istilah keras. Ia bahkan menyebut kelompok itu sebagai ‘geng kriminal’ dan menegaskan akan menargetkan langsung para pemimpinnya.

“Israel akan langsung menargetkan komandan-komandan tinggi Garda Revolusi Iran (IRGC),” kata Netanyahu dikutip Holopis.com, dari Zee News, pada Senin, (23/3/2026).

Tak hanya individu, Netanyahu juga memastikan bahwa pangkalan militer hingga sumber pendanaan Iran bakal jadi sasaran berikutnya. Strategi ini menandai eskalasi besar dari konflik yang sebelumnya lebih bersifat terbatas.

Serangan Iran sehari sebelumnya menghantam dua kota penting di Israel, yakni Arad dan Dimona. Khusus Dimona, wilayah ini dikenal sebagai lokasi fasilitas nuklir Israel yang tidak diumumkan secara resmi.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan dan meningkatkan kekhawatiran atas kemampuan militer Iran yang terus berkembang.

- Advertisement -

Netanyahu juga menyoroti jangkauan rudal Iran yang semakin luas. Ia merujuk pada laporan serangan terhadap pangkalan udara Diego Garcia sebagai bukti bahwa Iran kini mampu menyerang target hingga lebih dari 4.000 kilometer.

Menurut dia, kemampuan itu membuka potensi ancaman baru hingga ke kawasan Eropa. Ia bahkan menyebut bahwa wilayah seperti Siprus telah masuk dalam jangkauan serangan Iran.

Di sisi lain, serangan terhadap Diego Garcia mengejutkan kalangan intelijen Barat. Analis militer menilai lonjakan kemampuan tersebut kemungkinan berasal dari modifikasi teknologi peluncuran luar angkasa yang diadaptasi menjadi sistem rudal jarak jauh.

Perkembangan ini menandai perubahan signifikan dalam keseimbangan kekuatan di kawasan, di mana Iran kini dinilai mampu menjangkau target strategis yang jauh lebih luas.

Sementara itu, dari pihak Iran, sinyal eskalasi juga semakin jelas. Komandan militer senior Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, menyatakan bahwa strategi militer negaranya telah berubah.

Abdollahi menegaskan Iran tidak lagi hanya bertahan, tetapi siap melakukan serangan aktif terhadap musuh.

“Angkatan bersenjata telah mengembangkan kemampuan senjata baru dan bahwa musuh-musuh Iran sudah merasakan konsekuensinya di lapangan,” tutur Abdollahi.

Dengan kedua pihak sama-sama meningkatkan tekanan, konflik ini kini tidak hanya soal serangan balasan. Tapi, juga bergeser ke arah konfrontasi terbuka yang berisiko meluas secara global.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU