HOLOPIS.COM, JAKARTA – Negara-negara di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) mulai menerapkan berbagai langkah penghematan energi guna mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Ketegangan global dinilai berpotensi mengganggu distribusi energi dunia. Karena itu, sejumlah negara ASEAN bergerak cepat dengan kebijakan yang menyasar efisiensi penggunaan energi hingga perlindungan masyarakat dari kenaikan harga.
Strategi Beragam dari Tiap Negara ASEAN
Berikut langkah-langkah yang diterapkan sejumlah negara:
Thailand
- Pemerintah mendorong kebijakan work from home (WFH) bagi pegawai negeri serta membatasi perjalanan dinas. Masyarakat juga diimbau menghemat listrik, seperti mengurangi penggunaan eskalator dan lift. Cadangan minyak minimal disiapkan hingga 90 hari.
Filipina
- Mengurangi hari kerja kantor menjadi empat hari dan menekan penggunaan listrik serta BBM di instansi pemerintah hingga 20 persen. Cadangan energi diperkirakan cukup untuk 30 hari.
Indonesia
- Mempercepat program biodiesel B50 dan bensin etanol E20, serta mendorong penggunaan kendaraan listrik. Pemerintah juga menyiapkan skema kerja fleksibel dan pembatasan perjalanan dinas. Cadangan energi sekitar 24 hari.
Malaysia
- Menambah anggaran subsidi BBM untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mengimbau penggunaan energi secara bijak. Cadangan energi sekitar 30 hari.
Vietnam
- Mendorong WFH, penggunaan transportasi umum, serta kendaraan listrik. Masyarakat juga diimbau lebih efisien dalam penggunaan BBM. Cadangan energi sekitar 15 hari.
Singapura
- Menyiapkan bantuan biaya hidup bagi kelompok rentan dan meningkatkan subsidi listrik, air, serta gas. Cadangan energi mencapai 90 hari.
Laos
- Menurunkan harga BBM untuk menekan inflasi dan meminta masyarakat mengurangi perjalanan tidak penting. Cadangan energi sekitar 10 hari.
Antisipasi Dampak Global
Langkah-langkah ini menunjukkan kesiapsiagaan negara-negara ASEAN dalam menghadapi potensi krisis energi global. Selain menjaga stabilitas pasokan, kebijakan tersebut juga bertujuan melindungi masyarakat dari lonjakan harga.
Dengan strategi yang beragam namun terarah, kawasan ASEAN berupaya menjaga ketahanan energi sekaligus memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan di tengah ketidakpastian global.

